Kesalahan Proyek RS Siloam Berujung Amblesnya Jalan Gubeng di Surabaya

Rahma Lillahi Sativa - detikNews
Kamis, 20 Des 2018 08:35 WIB
Foto: Deny Prastyo Utomo/File
Surabaya - Proyek pembuatan basement RS Siloam Surabaya diduga kuat berada di balik amblesnya Jalan Gubeng, Selasa (18/12) malam lalu. Namun yang menjadi perhatian banyak pihak saat ini adalah bagaimana mengembalikan fungsi salah satu jalan utama di Kota Surabaya tersebut terlebih dahulu.

"Memang ini (tanah ambles) berawal dari adanya pembangunan basement Rumah Sakit Siloam," tandas Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Rabu (19/12/2018).


Luki mengatakan proyek basement mempunyai ukuran luas 70x70 meter persegi. Progres proyek ini baru berjalan 11%. Kedalaman yang digali sampai saat ini adalah 11 meter dari kedalaman 19 meter yang direncanakan.

Luki menambahkan dari hasil pemeriksaan terhadap 11 saksi dari tiga perusahaan yang terlibat dalam proyek ini, pihaknya juga menemukan fakta mengejutkan. Di antaranya soal peringatan yang diberikan terkait pembangunan basement tersebut sejak bulan Februari silam.


Kesalahan Proyek RS Berujung Amblesnya Jalan Gubeng di SurabayaFoto: Pemkot Surabaya

Menurut Luki, peringatan itu dikeluarkan karena tanah yang digali untuk proyek basement masih mengeluarkan air, padahal seharusnya sudah tidak muncul.

"Ada beberapa temuan dan masukan pada bulan Februari dari tim pada saat menggali ground muncul air, yang harusnya tidak muncul air, dan ini sudah dilakukan beberapa langkah. Nanti kita dalami lagi bersama saksi ahli," terangnya.


Pemkot Surabaya juga telah menunjuk tim ahli yang akan menentukan penyebab amblesnya Jalan Gubeng. Tim ini akan bekerjasama dengan tim dari Labfor Polri.

Untuk sementara tim ini menduga penyebab amblesnya Jalan Gubeng adalah karena robohnya dinding penahan yang mengakibatkan adanya pergeseran tanah. Namun ia memastikan, pergeseran atau ambles ini bersifat lokal sehingga jalan yang ambles hanya setinggi dinding tersebut.

"Ini terjadi kolaps atau roboh. Dindingnya roboh jadi tanahnya sliding. Tanah ada pergeseran," terang salah satu tim ahli, Muji Hermawan.


Kesalahan Proyek RS Berujung Amblesnya Jalan Gubeng di SurabayaFoto: Pemkot Surabaya

"Perlu diketahui bahwa pembangunan Rumah Sakit Siloam ini membutuhkan bangunan basement atau bangunan di bawah tanah dengan kedalaman 10 meter. Kemudian sudah dilakukan pekerjaan pendalaman setinggi 10 meter sehingga pada malam hari kemarin terjadi tembok penahan tanah mengalami roboh dan akhirnya Jalan Raya Gubeng Mengalami penurunan atau ambles," papar Muji.

Namun, Muji menambahkan pihaknya masih melakukan penelitian lebih detail terkait penyebab ambruknya tembok penahanan untuk pembangunan basement. Karena ada dua kemungkinan, yakni pengaruh alam seperti musim hujan atau justru aliran air yang ditemui sejak Februari.

"Beberapa alternatif penyebab ambruknya ini kami akan melakukan penelitian lebih detil apakah pengaruh alam, karena kita pada hari-hari terakhir ini mengalami musim hujan di mana kandungan air di lokasi pada saat pembangunan ini cukup tinggi. Atau apakah itu menjadi salah satu penyebab robohnya tembok penahan tanah," lanjut Muji.


Muji juga memastikan kerusakan akibat amblesnya Jalan Gubeng bersifat lokal atau takkan meluas. Artinya ambles hanya terjadi pada jalan setinggi dinding basement yang dibangun dan tidak akan merambah ke bangunan lain di sekitarnya.

"Kami sampaikan bahwa kerusakan ini bersifat lokal hanya karena ada masalah beban air di lokasi tersebut menyebabkan temboknya roboh," tegasnya.


Kesalahan Proyek RS Berujung Amblesnya Jalan Gubeng di SurabayaFoto: Deny Prastyo Utomo/File

Untuk itu pihaknya hanya akan memperbaiki sisi yang ambles saja, bukan pada bangunannya karena kondisinya dipastikan masih baik.

"Kami sampaikan bahwa ini bersifat lokal, sekitar-sekitarnya masih aman, yang tidak aman cuma pagarnya. Gedungnya aman. BNI didesain dengan gedung yang cukup tinggi, pondasinya cukup kuat dan toko tas Elizabeth cukup kuat, yang utara bangunan lama itu juga tidak berdampak," tandas Muji.


Perbaikan jalan ambles ini sendiri diperkirakan bisa memakan waktu dalam sepekan. Namun hal ini bergantung pada teknologi yang digunakan.

"Kami tidak bisa menjawab (berapa) hari tapi mulai hari ini kami ditugaskan untuk segera melakukan pembersihan, mendatangkan alat-alat untuk memperkuat sehingga dalam waktu yang relatif cepat Jalan Gubeng bisa dioperasikan. Bisa seminggu tergantung kita alatnya," tambahnya.

Ditanya alat saja yang dibutuhkan, Muji mengatakan pihaknya membutuhkan alat steel sheet pile dari baja. Alat ini akan dipasang sementara untuk membantu jalannya perbaikan.

"Karena kita butuh alat steel sheet pile dari baja. Akan kita pasang disana bersifat temporary sehingga dengan cepat jalan itu bisa diperbaiki dengan baik," lanjut Muji.


Kesalahan Proyek RS Berujung Amblesnya Jalan Gubeng di SurabayaFoto: Hilda Meilisa Rinanda/File

Muji menambahkan biasanya perbaikan dengan alat itu bisa memakan waktu hingga dua minggu. Namun pihaknya akan mengebut pembangunan ini dengan meminta dinas terkait menyiapkan pekerja yang sanggup bekerja siang dan malam.

"Kalau dua minggu memang relatif aman, tapi kalau kita bisa diperbaiki dengan waktu seminggu selesai. Kita bekerja minta kepala dinas untuk siang malam ya," tambahnya.


RS Siloam yang sebelumnya sempat bungkam terkait insiden ini akhirnya memberikan pernyataan pada Rabu (19/12) sore. Menurut General Affair Manager RS Siloam Surabaya, Budijanto Surjowinoto, pihaknya telah menyerahkan pelaksanaan proyek ini kepada kontraktor yakni PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE).

"Sedang dilakukan proyek pembangunan sarana ritel dan sarana kesehatan oleh pemilik proyek. Pemilik proyek telah menyerahkan pelaksanaan proyek sepenuhnya kepada kontraktor, yaitu PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE)," ujar Budijanto dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (19/12/2018).


Kesalahan Proyek RS Berujung Amblesnya Jalan Gubeng di SurabayaTim ahli yang ditunjuk Pemkot Surabaya. (Foto: Hilda Meilisa Rinanda/File)

Selain itu, Budijanto mengatakan pihak kontraktor atau PT NKE juga telah melakukan koordinasi dengan Bina Marga hingga pihak Pemerintah Kota Surabaya untuk keamanan di sekitar proyek. Pihak kontraktor juga mengatakan koordinasi ini agar perbaikan bisa segera dilakukan, juga Jalan Gubeng bisa digunakan kembali.

"PT NKE sebagai kontraktor proyek telah berkoordinasi dengan PT Bina Marga, kantor Wali kota Surabaya dan semua instansi terkait untuk memastikan keamanan sekitar proyek dan akan segera melakukan perbaikan sehingga jalan dapat berfungsi kembali," tandas Budijanto.


Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menambahkan, untuk menyelesaikan persoalan ini, seluruh kegiatan proyek akan dihentikan. "Proyeknya dihentikan menunggu sampai selesai urusannya," ujar Wisnu.

Aliran listrik dan air yang terputus akibat amblesnya Jalan Gubeng juga segera diatasi, tak hanya di pemukiman warga yang ada di sekitar Jalan Sumatera, Jalan Bali, Jalan Biliton dan Jalan Jawa, tetapi juga hotel, pertokoan hingga RS Siloam.


Kesalahan Proyek RS Berujung Amblesnya Jalan Gubeng di SurabayaBNI mengevakuasi aset dan dokumen berharganya. (Foto: Deny Prastyo Utomo/File)

Untuk listrik, Manager Senior General Affair PLN Unit Induk Distribusi Jatim Dwi Suryo Abdullah mengungkapkan listrik sudah mulai padam sekitar pukul 21.32 WIB di hari yang sama dengan kejadian ambles.

"Ada 9 tiang tegangan menengah 20 kV dan 2 trafo khusus pelanggan (BNI 46 dan Toko Elizabeth) serta 1 buah trafo PLN untuk proyek Siloam yang ikut roboh," kata Dwi.

Untuk sementara aliran listrik di kedua gedung tersebut menggunakan genset. Pihaknya juga terus mengupayakan agar jaringan bisa kembali normal secepatnya.


Sementara itu, untuk mengantisipasi kelangkahan air. Pihak PDAM Surya Sembada sudah menyiapkan tangki-tangki air yang siap menyuplai air.

"Kami sudah siapkan tangki-tangki beruuran 6 kubik. Jika ada warga atau gedung yang membutuhkan kita siap datangi kelokasi masing-masing," tutur SPV Sistem Distribusi PDAM Surya Sembada Budi Wibowo.


Sedangkan dua bangunan yang paling terdampak dengan amblesnya Jalan Gubeng adalah sebuah kantor cabang Bank BNI dan sebuah toko tas. Kapolda telah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan sterilisasi, pengamanan dan membantu evakuasi, terutama di gedung BNI.

"Tolong dibantu pengamanannya. Nanti para pegawai yang ingin mengevakusi dokumen penting dan beberapa uang milik bank BNI," tandas Luki.

Kesalahan Proyek RS Berujung Amblesnya Jalan Gubeng di SurabayaFoto: Hilda Meilisa Rinanda/File


Selain itu, Luki juga menginstruksikan agar tidak sembarang orang boleh masuk ke gedung Bank BNI yang juga ikut terdampak amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng.

"Nanti setiap orang yang mau masuk untuk evakuasi atas izin dari Basarnas. Khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan di gedung ini," tandas Luki.


Pengamanan juga diperketat di seluruh titik yang berdekatan dengan lokasi amblesnya jalan. Selain memasang seng dan triplek untuk menutup dampak amblesnya jalan, warga yang ingin melihat pun dilarang mendekat.

Namun seluruh aktivitas warga dan bisnis di sepanjang Jalan Gubeng tetap berjalan seperti biasa, kendati aksesnya terganggu akibat pengalihan arus lalu lintas.


Tonton video 'Penjelasan BNPB Soal Amblesnya Jalan Gubeng':

[Gambas:Video 20detik]

(lll/iwd)