DetikNews
Rabu 26 September 2018, 17:50 WIB

Rumahnya Diblokade Pagar, Khotijah Gugat Seger

Enggran Eko Budianto - detikNews
Rumahnya Diblokade Pagar, Khotijah Gugat Seger Seger hanya menyisakan celah selebar 0,5 meter untuk akses keluar masuk rumah Khotijah. (Foto: Enggran Eko Budianto)
Jombang - Siti Khotijah (35) tak tinggal diam setelah rumahnya diblokade Seger (61) dengan pagar tembok setinggi 2 meter. Khotijah menggugat Seger ke Pengadilan Negeri (PN) Jombang untuk meluruskan hak atas tanah yang menjadi objek permasalahan di antara keduanya.

Khotijah mengatakan, gugatan itu dilayangkan sejak tanggal 9 Juli 2018 silam lantaran ia merasa tak mendapat keadilan di Desa Sudimoro. Keinginannya untuk meluruskan hak tanah warisan orang tuanya sejak bulan Mei 2018 lalu tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat.

"Hasilnya Pak Kades hanya menjanjikan tanah kami mau diukur. Namun sampai saat ini tak ada tindakan. Setiap kali saya tanyakan ke Kades, jawabannya hanya janji-janji saja. Padahal kalau sudah diukur ulang, akan ketahuan batas tanah saya dengan Pak Seger," kata Khotijah kepada detikcom, Rabu (26/9/2018).


Dalam gugatannya, ibu satu anak itu meminta kembali dua bidang tanah miliknya yang dikuasai oleh Seger. Salah satunya tanah 14x4 meter yang kini ditempati anak pertama Seger, Ita Hanik. Menurut Khotijah, tanah itu dibeli dari ibunya, almarhumah Mutni dari tetangga mereka, almarhumah Musriah.

Sementara tanah kedua adalah jalan selebar 1,5 meter di depan rumahnya. Menurut Khotijah, tanah tersebut hasil urunan antara almarhum ibunya dengan tetangganya yang lain, Laso.

"Jadi tanah yang dibuat bangun pagar menutupi rumah saya itu, sebetulnya milik saya," tegasnya.


Jika gugatannya dikabulkan oleh hakim, Khotijah berharap tanah milik keluarganya tak lagi dikuasai oleh keluarga Seger.

"Harapan saya tanah yang ditempati anaknya (Seger) dikembalikan dan pagar ini dibongkar kalau itu tanah saya. Kalau ternyata di pengadilan nanti itu tanah Pak Seger, silakan dibangun," tandasnya.

Terkait gugatan di PN Jombang, Khotijah mengungkapkan sudah melalui 4 kali mediasi dan eksepsi dari pihak Seger. "Sidang selanjutnya masih diundur, karena kami mau membawa ahli waris ke notaris supaya lebih kuat," tambahnya.


Di sisi lain, Seger mengaku memiliki dokumen berupa Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang dan bukti gambar persil tanah hasil pengukuran di tahun 1968. Keduanya menyebutkan bahwa tanah di mana dibangun pagar tembok untuk memblokade rumah Khotijah adalah miliknya.

Dalam gambar persil tersebut, tanah serta rumah yang ditempati Khotijah dan kakaknya, Sri Utami diberi nomor 87. Luasannya 12,6x9,2 meter persegi.

"Hasil pengukuran oleh Agraria tahun 1986, tanah itu milik Pak Seger," ungkap Sekretaris Desa Sudimoro, Choliq.



Saksikan juga video 'Kacau! Akses Rumah Ditutup Tembok Tetangga':

[Gambas:Video 20detik]


(lll/lll)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed