2 Bulan Tinggal di Polres, Penyerang Kiai di Lamongan Pulang Kampung

Eko Sudjarwo - detikNews
Rabu, 09 Mei 2018 14:00 WIB
Penyerang kiai di Lamongan pulang kampung/Foto: Eko Sudjarwo
Jakarta - Masih ingat Kiai Hakam Mubarok, pengasuh Ponpes Muhammmadiyah, Karangasem, Paciran, Kabupaten Lamongan, yang diserang NY karena diduga gila ? Setelah 2 bulan berada di Mapolres Lamongan, NT kini kembali ke rumah asalnya di Cirebon.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung membenarkan saat ini NT sudah kembali ke kampung halamannya di Cirebon, Jawa Barat. Feby mengatakan, NT positif Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), selama hampir 2 bulan ini berada di Mapolres Lamongan bersama ibunya, Sriana, dalam proses penyembuhan usai operasi alat vitalnya di RSUD dr Soegiri Lamongan.


"Selama hampir 2 bulan NT dan ibunya berada di Mapolres Lamongan dan segala kebutuhan kami tanggung," kata kapolres kepada wartawan, Rabu (9/5/2018).

Selama hampir 2 bulan pula, NT sering berada di pelataran ruang Satreskrim Polres Lamongan. Hidup keduanya dipenuhi anggota polisi yang secara sukarela membantunya. Dan selama 2 bulan, NT sering bertingkah 'aneh' karena kerap bicara sendiri. Selain itu NT juga bermain handpone dan remote control yang sudah tak berfungsi.


Kini, setelah proses pemulihan, NT pulang ke kampung halamannya di Cirebon. Bahkan, saat pemulangan, NT bersama ibunya diantar hingga ke tempat tujuan.

"Luka akibat operasi sudah sembuh. Soal ODGJ, tinggal dilakukan di daerahnya dengan melibatkan dinkes dan pemerintah daerah," ungkap kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP Yadwivana Jumbo Qantasson.


Pemulangan NT bersama ibunya, menurut kapolres, dilakukan sesuai prosedur. Yakni, diterima keluarga di Mapolsek Lemahabang, Cirebon, disaksikan kepala desa, perangkat dan polisi. Kapolres meyakini kondisi kejiwaan NT bisa dipulihkan dengan proses pengobatan oleh instansi terkait.

"Tentang kasus hukum NT, sudah tidak ada masalah hukum dengan apa yang dilakukan terhadap KH Abdul Hakam Mubarok, karena memang NT adalah ODGJ," tandasnya.


Seorang pria tak dikenal melakukan penyerangan kiai di Ponpes Muhammadiyah Lamongan, Minggu (18/2/2018). Pelaku diduga gila dan diamankan anggota Perguruan Tapak Suci Muhammadiyah dan warga sebelum diserahkan ke kepolisian.

Saat itu menjelang salat zuhur, NT sedang tidur. Kemudian, Kiai Hakam membangunkan pria tersebut. Pria tersebut tidak terima dan melakukan penyerangan terhadap Kiai Hakam. Hingga akhirnya pelaku dihadang dan diamankan warga sekitar dan santri. Saat itu Kiai Hakam membuang makanan yang dibawa NT. (fat/fat)