DetikNews
Minggu 22 Oktober 2017, 20:03 WIB

Mencari Penanding Cawagub Anas di Pilgub Jatim 2018

Budi Sugiharto - detikNews
Mencari Penanding Cawagub Anas di Pilgub Jatim 2018 Foto: ilustrasi
Surabaya - Pertarungan sengit bakal terjadi di Pilgub Jatim. Figur calon wakil gubernur (cawagub) menjadi penentu kemenangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) atau Khofifah Indar Parawansa.

Gus Ipul yang sekarang sudah lega karena dukungan dari PDIP sudah didapat tidak bisa meremehkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang lincah dan gesit. Begitupula Khofifah. Calon pasangannya harus figur yang setara dengan Anas.

Bisa diperkirakan pertarungan nantinya akan lebih kompetitif di level cawagub. Khofifah yang sampai sekarang belum memiliki cawagub bisa jadi sangat berhati-hati untuk menunjuk seorang calon wakilnya.

Mencari Penanding Azwar Anas di Pilkada Jatim 2018Gus Ipul dan Anas/Foto: Yulida Medistiara/detikcom


Khofifah yang didukung Partai Nasdem, Hanura, Golkar dan PPP menyerahkan tim 17 yang terdiri kiai untuk mencari cawagub yang bisa menandingi Gus Ipul-Anas yang diusung PDIP dan PKB.

Cawagub Khofifah yang akan dipilih nantinya sangat menentukan. Kabar terakhir Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni yang digadang-gadang.

Ipong dipandang memiliki mobilitas tinggi dan namanya cukup dikenal di Ponorogo dan kawasan Mataraman. Sinyal itu dipertunjukan Khofifah saat menghadiri tasyakuran 28 Tahun Pesantren Putri Al Mawaddah di kabupaten yang terkenal reognya itu, Sabtu (21/10/2017).

Baca Juga: Tim 17 Targetkan Nama Pasangan Khofifah Tuntas 5 November

Mensos Khofifah yang berjilbab merah dan berbusana merah, duduk berdampingan dengan Ipong. Bahkan bupati kota reog ini dalam sambutannya menebar pujian dan mendoakan Khofifah menjadi Gubernur Jatim, dan berlanjut ke presiden.

"Mari kita doakan bersama agar Ibu Khofifah menjadi tokoh bangsa yang kelak bisa menjadi presiden. Tapi sementara kita doakan beliau agar tahun depan bisa menjadi Gubernur Jawa Timur," kata Ipong.

Ketua Bappilu DPP NasDem Effendi Choirie atau Gus Choi menyatakan bahwa untuk urusan cawagub telah diserahkan kepada para kiai yang telah menjaring 8 nama.

Baca Juga: Gus Ipul Vs Khofifah Berebut Dukungan, Said Aqil: Urusan Kiai Jatim

"Kami percaya beliau-beliau akan melakukan istiqoroh dan hasilnya InsyaAllah akan terbaik dan membawa kemaslahatan untuk umat di Jatim," jelasnya.

Mencari Penanding Azwar Anas di Pilkada Jatim 2018Mensos Khofifah Indar Parawanda bersama Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni


Partai NasDem sebagai salah satu pengusung, kata Gus Choi, akan menghormati pilihan para kiai yang akan menyerahkan nama cawagub pada November 2017.

"Partai-partai pengusung lainnya InsyaAllah juga akan menerima keputusan para kiai. Kita menghormati para kiai," kata Gus Choi.

Pengamat politik dari FISIP Universitas Airlangga, Surabaya Airlangga Pribadi justru menilai sikap Khofifah tersebut sebagai bentuk kehati-hatian.

"Pertimbangannya banyak. Figur Cawagub yang dicari harus mampu menjadi hub atau penghubung basis santri dengan nasionalis," kata Airlangga saat dihubungi detikcom, Minggu (22/10/2017).

Baca Juga: Bupati Ponorogo Doakan Khofifah Jadi Gubernur dan Lanjut Presiden

Sosok calon pasangan Khofifah, kata Airlangga, juga harus mampu mengimbangi Anas yang sudah dikenal rekam jejaknya, figur muda, cerdas, berprestasi dan berhasil membangun Banyuwangi.

"Cawagub Bu Khofifah tentunya harus bisa head to head dengan Anas," kata Airlangga.

Mencari Penanding Azwar Anas di Pilkada Jatim 2018Khofifah dan Ketum NasDem Surya Paloh/Foto: Grandyos Zafna


Ia menilai pilihan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada Anas untuk dipasangkan dengan Gus Ipul sudah dihitung secara matang.

"Anas angin segar buat Gus Ipul yang bisa dibilang stagnan saat ini," kata dia.

Lembaga survey The Initiative Institute yang dipimpin Airlangga melakukan survey terhadap 1.016 responden di 108 desa/kelurahan di Jawa Timur menyatakan posisi Gus Ipul saat ini masih belum aman.

Baca Juga: Novanto Harap Calon Pendamping Khofifah Bisa Dongkrak Suara

Suvei yang digelar 6-20 September 2017 itu menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error +/- 3,2 perse. Elektabilitas Gus Ipul hingga September tercatat 36,3% dan Khofifah 32,4%. Selisih elektabilitas kedua calon tersebut makin lama makin dekat.

"Karena hasil survei kami di bulan April Gus Ipul 33,4%, Khofifah 28% ini menunjukkan kenaikan 3 persen untuk incumbent dan Khofifah 4 persen," jelas Airlangga ketika memaparkan hasil survei di Hotel Sahid, Surabaya, Minggu (22/10/2017).

Mencari Penanding Azwar Anas di Pilkada Jatim 2018Bupati Trenggalek Emil Dardak, Gus Ipul dan Anas/Foto: Zainal Effendi


Sementara Anas sebagai posisi cawagub memperoleh angka 19,7%. Sedangkan responden yang disodori cawagub tanpa nama mencapai 41,9%.

Dari fakta tersebut, Airlangga melihat Khofifah akan bisa mengejar Gus Ipul apabila calon pasangannya nanti yang diputuskan adalah figur yang sejajar dengan Anas.

Baca Juga: Khofifah Tampil Bareng Bupati Ipong di Ponorogo, Calon Wakilnya?

"Peluang Bu Khofifah masih terbuka. Cari figur yang bisa menandingi Anas ya tentunya muda, cerdas, rekam jejak jelas sebagai kepala daerah yang berprestasi. Misalnya Emil Dardak (Bupati Trenggalek)," kata Airlangga.

Baca Juga: Anas Dianggap Bisa Dongkrak Elektabilitas Gus Ipul

Airlangga mengingatkan jika Khofifah salah memilih pasangannya maka akan berat untuk melakukan perlawanan.

"Pertimbangannya harus matang, jangan sampai figur itu hanya memiliki daya magnet di daerahnya saja," katanya.

Sebaliknya untuk Gus Ipul harus banyak memberikan ruang untuk Anas. Bagaimanapun Anas merupakan figur yang memiliki potensi yang besar untuk memenangkan Pilgub Jatim.

Baca Juga: Ini Jawaban Suami Arumi Bila Disandingkan Kiai dengan Khofifah

"Anas itu figur hub atau penghubung basis santri dengan nasional, Gus Ipul harus kasih ruang," pesan Airlangga.

Baca Juga: Golkar Pertimbangkan Emil Dardak Jadi Pendamping Khofifah

Doktor ilmu politik itu tidak memungkiri bahwa figur Gus Ipul dan Khofifah adalah 'wajah' lama. Pertarungan akan sengit apabila pasangan keduanya memiliki pengaruh yang setara.

Mencari Penanding Azwar Anas di Pilkada Jatim 2018Bupati Trenggalek Emil Dardak usai bertemu Megawati Soekarnoputri, Sabtu (14/10)/Foto: Zunita Amalia Putri-detikcom


"Kuncinya mencari penanding yang setara dengan Anas di posisi cawagub," kata Airlangga

Saat mengumumkan pasangan Gus Ipul dan Anas sebagai Cagub dan Cawagub Jawa Timur, di Jakarta, sepekan lalu, Megawati menyebut nama Anas dengan raut wajah berseri-seri.

Di mata Megawati, figur Anas identik dengan politisi muda dan kepala daerah yang punya rekam jejak prestasi panjang dan banyak. Puteri Bung Karno itu mengungkapkan pujian dirinya melalui kata-kata terpilih, "Orang ini lincah. Dia termasuk generasi millenial."

Mencari Penanding Azwar Anas di Pilkada Jatim 2018Bupati Anas menggelar rapat melalui facetime dengan anakbuahnya di Banyuwangi


Sebutan politisi lincah tidak meleset. Hanya 2-3 hari, di pekan ini, Anas bergerak cepat. Ia menemui kepala daerah dan tokoh-tokoh PDIP di kawasan Mataraman, seperti Kota dan Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kediri Kota dan Kabupaten, Trenggalek, Madiun Kota dan Kabupaten, Ponorogo dan Ngawi.

Di Ngawi, Anas banyak dibekali 'jurus' pemenangan Pilkada Jawa Timur oleh Bupati Budi 'Kanang' Sulistyono, yang juga tokoh senior PDIP di Mataraman.

Baca Juga: Gus Solah Sampaikan 8 Nama Pendamping Khofifah ke Parpol

"Bu Mega dan partai telah memutuskan, maka kami curahkan semua kekuatan untuk Gus Ipul dan Mas Anas. Kita semua tegak lurus kepada keputusan partai," kata Kanang, Kamis (19/10/2017) malam.

Penetapan Azwar Anas yang berlatar santri juga telah mengubah plot lama dalam Pilgub Jatim. Sebelumnya cenderung ada pola koalisi 'semangka', atau koalisi 'merah-hijau'. Ini untuk menjawab pembelahan Jawa Timur dalam kawasan tapal kuda yang berkultur santri dan kawasan Mataraman yang identik abangan.

Mencari Penanding Azwar Anas di Pilkada Jatim 2018Anas menemui Wakil Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin


Atas pasangan Gus Ipul-Anas, Megawati memperkenalkan sebutan baru. "Keduanya adalah koalisi Merah Putih," kata Megawati saat itu.

Terhadap rekam jejak Anas, Megawati menyebut sebagai kepala daerah yang menerapkan ajaran Tri Sakti dari Bung Karno, yakni berkedaulatan secara politik, kemandirian ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

"Pak Anas melarang berdirinya toko retail modern berjaringan di Banyuwangi, agar ekonomi tradisional rakyat bisa tumbuh," kata Megawati.
(ugik/bdh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed