Momen Bupati Klaten Digandeng Mentan Syahrul Gegara Terjebak Lumpur

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 10:43 WIB
Momen Mentan Syahrul Yasin Limpo gandeng Bupati Klaten Sri Mulyani yang sempat terjebak lumpur, Selasa (11/1/2022).
Momen Mentan Syahrul Yasin Limpo gandeng Bupati Klaten Sri Mulyani yang sempat terjebak lumpur, Selasa (11/1/2022). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Kunjungan menteri pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo di Kecamatan Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, hari ini diwarnai momen menarik. Saat Bupati Klaten, Sri Mulyani terjebak di lumpur pematang sawah, Syahrul menghampiri dan menggandeng tangan bupati.

Dari pantauan detikcom di lokasi, momen itu terjadi sekitar pukul 09.22 WIB, Selasa (11/1/2022). Berawal saat Syahrul dan Sri Mulyani ingin melihat langsung proses petani menanam padi.

Setelah melihat penanaman dengan transplanter, keduanya menuju pematang untuk melihat penanaman padi tradisional. Dengan mengenakan sepatu boot, Syahrul saat itu berada di barisan paling depan.

Dengan langkah cepat, Syahrul berjalan penuh keseimbangan. Sementara Sri Mulyani di belakangnya tidak mampu menyusul sejauh sekitar 8 meter.

Dengan tertatih, Sri Mulyani mencoba mengejar tetapi tidak mampu. Di tengah pematang, dirinya justru terjebak lumpur sehingga nyaris jatuh.

Dua orang staf Kementan yang ada di belakang bupati langsung mendekati. Tapi karena posisinya di belakang bupati, mereka sedikit kesulitan memberikan pertolongan.

Melihat kejadian itu, Syahrul langsung berbalik arah menghampiri Sri Mulyani yang sudah menunduk kesulitan mengangkat kaki. Keduanya bergandengan tangan melanjutkan perjalanan sehingga panen tepuk tangan hadirin.

"Mohon maaf karena berat badan saya berlebih, hampir tersungkur. Untung ditolong Pak Menteri," kata Bupati Klaten Sri Mulyani.

Mulyani mengapresiasi Mentan yang mau bermain lumpur hanya untuk melihat petani tanam padi. "Sempat ditanya pakai alat atau manual, Pak Menteri apa-apa siap. Luar biasa," ujar Mulyani.

Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Klaten, Pandu Wirabangsa, menjelaskan acara melihat tanam di pematang itu tidak diagendakan. Namun semua persiapan sejak awal sudah dilakukan.

"Jadi semua sudah kita persiapkan sejak awal. Kalaupun ada acara itu (meninjau pematang) kita juga sudah persiapkan," terang Pandu kepada detikcom.

(aku/sip)