Round-Up

Akhir Pelarian Pembunuh Sadis 2 Wanita Purworejo Gegara Cinta Ditolak

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Jan 2022 09:35 WIB
Pelaku pembunuhan saat dihadirkan dalam pers rilis di Mapolres Purworejo, Senin (10/1/2022).
Pelaku pembunuhan saat dihadirkan dalam pers rilis di Mapolres Purworejo, Senin (10/1/2022). (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Purworejo - Buron lebih dari 70 hari, pelaku pembunuh Wira Akhadiyati (33) dan ibunya Rofingatun (61), gegara cintanya ditolak akhirnya ditangkap. Petugas terpaksa menembak kaki pelaku karena melawan saat akan ditangkap.

Bunuh korban dan ibu korban

Pelaku bernama Andi Yasih (57) sempat buron selama lebih dari dua bulan. Pelaku buron usai ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Wira Akhadiyati, warga Desa Kedungkamal, Kecamatan Grabag, Purworejo.

Saat kejadian, pelaku juga sempat melukai ibu korban, Rofingatun (61). Rofingatun akhirnya juga tewas setelah dirawat di rumah sakit.

"Ibu korban yang sempat dirawat beberapa hari di RSUD dr Tjitrowardojo juga akhirnya meninggal," ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Agus Budi Yuwono saat menggelar pers rilis di Mapolres Purworejo, Senin (10/1).

Rofingatun meninggal pada 3 November 2021. Dia sempat dirawat karena dilukai pelaku memakai senjata tajam jenis golok.

Habisi korban dengan golok

Agus menjelaskan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam jenis golok yang kemudian dibuang di areal persawahan. Setelah melakukan tindakan keji tersebut, pelaku lalu kabur ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan umum.

"Senjata tajam jenis golok yang digunakan oleh pelaku dibuang di pinggir jalan Desa Ketiwijayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Dilakukan pencarian, ditemukan senjata tajam tersebut," jelasnya.

Ditangkap di Jakarta usai buron 70 hari

Usai buron selama lebih dari 70 hari, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku. Pelaku ditangkap saat tengah bekerja di Jakarta.

"Pelaku dapat dilakukan penangkapan saat bekerja di proyek pembangunan di Jakarta Barat. Pada saat dilakukan penangkapan pelaku, melakukan perlawanan dan dilakukan tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku," ungkap Agus.

Bunuh korban karena lamaran ditolak

Usai ditangkap, pelaku mengaku nekat membunuh korban lantaran sakit hati usai cintanya ditolak korban Wira. Mirisnya, pelaku mengaku sangat mencintai korban.

"Karena saya sangat mencintainya, iri lihat banyak yang melamar dia," kata pelaku, Andi Yasih, saat dihadirkan dalam rilis pers di Mapolres Purworejo, Senin (10/1).

Sambil terpincang-pincang karena kaki kanannya ditembak petugas, pelaku mengaku menyesal membunuh korban. Buruh yang berstatus duda anak satu itu menyebut sempat melamar korban.

"Saya juga sempat melamar, namun ditolak," ucapnya.

Barang bukti dan jeratan pasal

Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah golok, pakaian korban dan sepeda motor milik pelaku. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dengan ancaman pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP atau pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Lihat juga Video: Motif Pembunuhan Wanita di Purworejo: Sakit Hati Ditinggal Nikah

[Gambas:Video 20detik]



(aku/mbr)