ADVERTISEMENT

Kaleidoskop 2021

Geger Mobil Dinkes Klaten Viral Hadang Ambulans dan Duduk Perkaranya

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 27 Des 2021 11:18 WIB
Viral mobil berpelat merah hadang ambulans bawa korban kecelakaan, Klaten, Sabtu (30/10/2021).
Momen saat sopir ambulans turun dari kendaraannya. (Foto: Tangkapan layar media sosial)
Yogyakarta -

Video yang memperlihatkan momen satu unit mobil ambulans dihadang mobil berpelat merah di Klaten, Jawa Tengah viral di media sosial pada akhir Oktober 2021. Sopir ambulans yang mengangkut pasien pascakecelakaan tersebut bahkan sempat turun dari kendaraannya.

Ambulans itu dikemudikan oleh Rudi Kristiyadi (21) yang mengangkut pasien dari Klinik PMI Klaten di Jalan Veteran untuk dibawa pulang ke Kecamatan Jogonalan pada Jumat (29/10) sekitar pukul 14.00 WIB.

Diwawancara detikcom, pada Sabtu (30/10), Rudy mengatakan sepanjang jalan, dia menyalakan sirine kode pasien tenang. Namun sesampai di Jalan Pemuda Selatan arus kendaraan padat, sehingga ambulans nekat pindah lajur dengan banting kanan.

"Jarak 200 meter di depan saya beberapa mobil yang di depan mobil pelat merah itu geser menepi, tapi itu (mobil pelat merah) tidak mau," kata Rudi kepada detikcom saat itu.

Melihat mobil pelat merah tetap tidak mau minggir, Rudi memutuskan turun dari kendaraannya. Dia menemui sopir pelat merah dan bertanya alasan pelat merah tidak memberikan prioritas.

"Saya tanya pada sopirnya, paham prioritas ndak, tidak dijawab. Saya ulangi lagi, juga tidak dijawab, tidak mau membuka kaca mobil, diam saja lalu pergi," sambung dia Rudi.

Setelah video itu viral, Pemkab Klaten dan Polres Klaten langsung mengusut mobil pelat merah bernomor polisi AD 9502 OL tersebut sampai akhirnya diketahui mobil merupakan mobil dinas pejabat eselon 3. Namun saat kejadian, mobil itu dikemudikan sopir.

"Mobilnya pejabat eselon 3. Hanya pada saat kejadian itu pengemudinya yang pegang, bukan pejabatnya," ungkap Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Pemkab Klaten, dokter Roni Roekmito kepada detikcom saat dikonfirmasi ponselnya, Minggu (31/10).

Dinas Kesehatan memberikan penjelasan kepada publik atas kejadian tersebut. Dinas menegaskan, mobil pelat merah tersebut tidak punya maksud menghalangi ambulans tetapi karena hendak berbelok ke kanan menuju kantor setelah pulang kegiatan evaluasi dan monitoring.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Cahyono Widodo mengatakan mobil tersebut sudah menyalakan lampu sign dan tidak mungkin mundur karena ada mobil lain di belakangnya.

"Jadi tidak ada maksud sedikitpun menghalangi atau menghambat ambulans. Mobil (dinas) tersebut hendak belok masuk ke kantor Dinas di kanan jalan," kata Cahyono.

Hingga akhirnya, kasus ini berakhir dengan damai. Kedua pengemudi sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Kasat Lantas Polres Klaten AKP Abi Praya Guntur Sulastiasto mengatakan tidak ada sanksi atas kejadian ini.

"Ambulans membawa korban luka ringan usai dirawat di PMI, sesampainya depan BNI arus sangat padat. Pengemudi ambulans berinisiatif mengambil jalur prioritas sebelah kanan, dari arah berlawanan ketika itu lampu hijau," sambung Abi Praya saat jumpa pers di kantornya, Senin (1/11).

Sopir mobil pelat merah Dinkes Pemkab Klaten, Jawa Tengah, Yustanto (35) yang viral menghadang ambulans pembawa pasien kecelakaan bertemu sopir ambulans. Ia meminta maaf.Sopir mobil pelat merah Dinkes Pemkab Klaten, Jawa Tengah, Yustanto (35) yang viral menghadang ambulans pembawa pasien kecelakaan bertemu sopir ambulans. Ia meminta maaf. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Saat itu, lanjut Abi Praya, mobil pelat merah masuk jalur tapi karena jarak dengan ambulans sangat dekat dan di belakang serta di sampingnya ada kendaraan, maka mobil itu tidak bisa bermanuver ke kiri memberikan prioritas untuk ambulans. Sedangkan mobil lain bisa bergeser ke kiri tapi pelat merah tidak bisa bergerak.

"Mobil lain bisa ke kiri tapi mobil pelat merah tidak bisa bergerak, lalu karena kiri sudah kosong, yang pelat merah baru bisa bergeser. Saat itulah penumpang ambulans di sebelah sopir merekam," terang Abi Praya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT