Nama Masjid Pemkab Klaten Senilai Rp 6,8 M Bikin Bingung, Kok Bisa?

ADVERTISEMENT

Nama Masjid Pemkab Klaten Senilai Rp 6,8 M Bikin Bingung, Kok Bisa?

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 27 Des 2021 10:58 WIB
Pembangunan masjid di Kompleks Pemkab Klaten senilai Rp 6,8 miliar
Penampakan Masjid di Kompleks Pemkab Klaten senilai Rp 6,8 miliar (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten, Jawa Tengah, membangun masjid senilai Rp 6,8 miliar dengan dana APBD 2021. Jemaah ternyata menyoroti nama yang berbeda antara yang tertera pada masjid dan pada banner di pagarnya.

Pantauan detikcom di lokasi, masjid yang tinggal proses finishing itu sudah ditempel nama Masjid Nur Azizah. Namun, di banner yang ditempel di pagar masjid tertera nama Masjid Fatimah.

Sedangkan sebelum dibangun masjid, dulunya tempat ibadah tersebut bernama Musala Al-Munawarah. Di papan proyek yang dipasang di selatan masjid tertera nama kegiatan adalah pembangunan masjid pemda. Sumber dana dari APBD dengan nilai kontrak Rp 6.827.000.000.

Mengacu pada papan tersebut, pembangunan masjid dimulai pada 17 Juni 2021 dan selesai pada 13 Desember 2021. Tidak tertera nama masjid di papan proyek tersebut.

Proyek masjid itu terlihat megah dengan dominasi warna cokelat kayu. Arsitektur bangunannya menyerupai Masjid Agung Demak dan berlokasi di antara gedung DPRD dan Pemkab Klaten.

Persoalan nama masjid itu pun jadi sorotan salah seorang jemaah, Aris. Dia menyebut mulanya bernama Musala Al-Munawarah dan dari papan yang terpasang bernama Masjid Nur Azizah.

"Dulu waktu musala namanya Al-Munawarah, sekarang saya lihat Nur Azizah. Kalau nama Fatimah saya malah tidak mencermati," kata Aris saat dijumpai detikcom di kompleks Pemkab, Jumat (24/12/2021).

Pembangunan masjid di Kompleks Pemkab Klaten senilai Rp 6,8 miliarPembangunan masjid di Kompleks Pemkab Klaten senilai Rp 6,8 miliar Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Kepala Dinas Kominfo yang juga ketua takmir Musala Al-Munawarah, Amin Mustofa, mengatakan musala itu memang dulunya bernama Al-Munawarah. Namun, kini hendak dinamakan Masjid Fatimah.

"Setahu saya namanya Masjid Fatimah. Dulu Musala Al-Munawarah, kalau soal nama Nur Azizah saya malah belum mengetahui," kata Amin saat dimintai konfirmasi detikcom.

Amin menyebut Al-Munawarah memiliki makna bersinar, sesuai dengan moto Klaten Bersinar. Namun untuk nama Fatimah dan Nur Azizah dirinya belum bisa memberikan penjelasan.

"Belum bisa saya jelaskan, nantinya kalau sudah diresmikan mungkin baru ada penjelasan. Mungkin karena dulu musala dan sekarang masjid sehingga berbeda nama," terang Amin.

Diwawancara terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Klaten, Pramana Agus Wijanarka, menegaskan nama masjid yang dipakai adalah Nur Azizah. Dia juga menjelaskan masjid itu dibangun dengan anggaran Rp 6,9 miliar.

"Yang dipakai nama Nur Azizah. Kontrak awal Rp 6.827.000.000 tetapi ada addendum baru menjadi Rp 6.889.222.00 karena ada perpanjangan kontrak sampai tanggal 27 Desember," terang Pramana pada detikcom.

(ams/sip)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT