Ngeri! Permukiman Ini Berada di Dekat Kawah Aktif Gunung Sipandu Batang

Robby Bernardi - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 19:44 WIB
Warga di Dusun Rejosari Batang ini tinggal berdampingan dengan kawah aktif Gunung Sipandu
Warga di Dusun Rejosari Batang, Jateng, ini tinggal berdampingan dengan kawah aktif Gunung Sipandu, Rabu (15/12/2021) (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Batang -

Warga di Dusun Rejosari, Desa Prenten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, hidup berdampingan dengan belasan kawah aktif di Gunung Siandu. Bahkan ada permukiman 10 kepala keluarga (KK) yang berjarak sekitar 20 meter dari kawah aktif.

Pantauan detikcom di lokasi, tanah di dekat kawah aktif yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah warga itu terasa hangat. Semakin dekat dengan kepulan asap, tanah tersebut semakin hangat. Meski begitu, tidak tercium aroma belerang yang menyengat.

Meski berada dekat titik kawah aktif Gunung Sipandu, warga tampak beraktivitas normal. Warga juga terlihat sibuk bercocok tanam, dan tidak terganggu dengan keberadaan sejumlah titik kawah aktif. Tampak beberapa titik kawah dipasangi papan peringatan bahaya gas beracun.

Sekretaris Desa Prenten, Ella Nurlaela mengatakan total ada 172 KK di Dusun Rejosari. Kemudian total ada 627 KK yang tinggal di Desa Prenten.

"Kalau terdampak ya seluruh dusun sini (Dusun Rejosari). Terutama, 10 KK (34 jiwa) yang di situ yang paling dekat. Bisa dilihat sendiri tadi ada kurang dari 20 meter dari kawah yang aktif itu," kata Ella saat ditemui detikcom, Rabu (15/12/2021).

Ella menuturkan ada Desa Prenten terdiri dari empat dusun. Namun, dusun yang rawan terdampak kawah aktif dan bencana longsor yakni di Dusun Rejosari.

"Kalau lokasi ini ada dua ancaman ya, yang tanah longsor dan kawah yang masih aktif. Semuanya terjadi saat intensitas hujan tinggi, seperti yang terjadi kemarin-kemarin," ucapnya.

"Setiap kali terjadi hujan besar, setiap itu pula ancaman setiap hari. Kalau hujan pasti mengungsi," katanya.

Dusun Rejosari rawan longsor setiap musim penghujan. Warga di dusun itu juga seringkali diungsikan karena ancaman bencana ini.

"Masyarakat itu kemarin-kemarin, memang kita ungsikan karena kondisi di sini bahaya, karena musim hujan. Belum lagi kawah aktif, membuat warga khawatir karena kawah berbunyi, blum-blum," tambah Ella.

Mengutip pengamat gunung api di Banjarnegara, suara itu muncul karena mulut kawah tertutup material longsor akibat hujan besar dari dinding kawah.

"Kalau kata petugas sih, itu dinding kawah longsor akibat hujan, jatuh ke mulut kawah. Longsoran yang membawa material longsor itu menutup lubang kawah, sehingga memicu bunyi," jelasnya.

Sudah beberapa kali pula dilaporkan terjadi longsor di Dusun Rejosari. Setiap musim penghujan membuat warga di dusun tersebut waswas.

"Dua tahun yang lalu, rumahnya Pak Kuning tertimbun material longsor. Ada korban yang tertimbun, selamat semua. Pernah juga di tahun 2016, terjadi ledakan pipa Geo Dipa (perusahaan pembangkit listrik panas bumi), yang membuat warga tidak bisa menanam bahkan terjadi hujan belerang yang lama," jelasnya.

"Tapi, kalau musim kering, aman-aman saja," tambahnya.

Selengkapnya di halaman berikut....