Round-Up

Tragis Penjual Cilok Dihabisi Tetangganya yang Gangguan Jiwa

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 09 Nov 2021 07:44 WIB
Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah. (Foto: Thinkstock)
Boyolali -

Seorang penjual cilok keliling di Boyolali, Jawa Tengah, tewas dianiaya tetangganya sendiri. Polisi menyebut tersangka diduga mengalami gangguan jiwa.

"Korban sudah kami bawa ke RSUD Dr Moewardi Solo, untuk dilakukan autopsi, untuk mengetahui sebab pasti kematiannya dan mengalami luka di mana saja," kata Kapolsek Sambi, Iptu Sunarto, kepada detikcom Senin (8/11).

Korban yakni Slamet (45), sedangkan tersangka bernama Wartono (40). Antara korban dan tersangka, kata Sunarto, sama-sama warga Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali.

Peristiwa penganiayaan berujung tewasnya korban terjadi di depan rumah tersangka pada Minggu (7/11) sekitar pukul 17.00 WIB.

Tidak ada yang tahu pasti bagaimana awal mula hingga tersangka menganiaya korban di depan rumahnya itu. Juga tidak terdengar teriakan korban atau berusaha melarikan diri dari amukan tersangka.

Warga atau saksi mengetahui kondisi korban sudah terkapar dan dianiaya tersangka. Namun warga tidak berani mendekat untuk menolong korban karena tersangka diketahui mengalami gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Kebetulan sore itu anggota kami yang sedang patroli melewati daerah itu, kemudian langsung kami lakukan pertolongan. Korban kami bawa ke Rumah Sakit Asyifa Sambi dan tersangka juga kami bawa ke Mapolsek," jelas Sunarto.

Korban diduga juga dipukul menggunakan batu berukuran cukup besar. Sehingga mengakibatkan korban tidak sadarkan diri. Batu tersebut kini sudah disita dan diamankan polisi sebagai barang bukti.

"Dari yang saya lihat korban mengalami luka di punggung kiri, mata kiri memar dan pelipis kiri," lanjutnya.

Namun korban akhirnya meninggal dunia dalam perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit akibat luka berat yang dialaminya. Untuk mengetahui sebab pasti kematiannya, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk diautopsi.

"Hari ini dilakukan autopsi, kita masih menunggu hasilnya,"tutur Sunarto.

Sedangkan tersangka sudah diamankan di Mapolsek Sambi untuk selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Solo.

Sedangkan orang tua tersangka, Panji, mengatakan anaknya sudah lama menderita sakit kejiwaan. Wartono juga sudah dibawa berobat ke mana-mana termasuk ke rumah sakit jiwa.

"(Sakit jiwa) Sudah lama, sekitar 16 tahun. Sudah dibawa ke mana-mana, ke (RSJ) Solo pernah, ke (RSJ) Klaten juga pernah," ungkap Panji.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...