Sengkarut Deposito Miliaran Koperasi di Kudus, Bupati Janji Pantau Pencairan

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 13:26 WIB
Bupati Kudus HM Hartopo, Senin (23/8/2021).
Bupati Kudus HM Hartopo, Jumat (18/6/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Pemilik Koperasi Simpan Pinjam Giri Muria Group (KSP GMG) Kudus, Jawa Tengah berjanji akan mencairkan deposito miliaran milik anggotanya. Pemkab Kudus berjanji akan mengawasi pencairan deposito itu.

"Tentunya dari dinas saya suruh memantau terus dan berkoordinasi, bagaimana janji-janjinya," kata Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (31/8/2021).

Untuk diketahui sebelumnya deposito senilai miliaran anggota KSP GMG Kudus tidak bisa dicairkan. Puluhan anggota pun sempat mendatangi Pendapa Kabupaten Kudus kemarin. Mereka menjalani mediasi yang dihadiri oleh dengan Bupati Kudus, pihak Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Kudus, serta pemilik KSP GMG Kudus, Alfi Hidayat.

Hartopo menjelaskan pada mediasi itu belum ditandatangani hitam di atas putih. Namun menurutnya dinas diminta untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap koperasi tersebut.

"Kemarin dari pihak anggota koperasi sebagai menyimpan dana yang ada di sana. Dia sendiri tidak mengusulkan seperti itu (tanda tangan dilampiri materai kesepakatan bersama) kalau saya mengusulkan tidak enak juga. Kita fasilitator menindaklanjuti," jelas Hartopo.

"Kita tidak ikut campur, kita pengawasan enam bulan sekali, kalau sudah sehat kan ya sudah," sambung dia.

Dia mengatakan meski demikian pemilik koperasi telah sepakat untuk mencairkan deposito miliaran milik anggotanya yang sempat tersendat. Menurutnya pemilik koperasi juga berjanji menyelesaikan masalah tersebut dalam jangka setahun.

"Kita hanya memfasilitasi saja antara GMG itu sendiri dengan owner-nya. Artinya bagaimana kesediaan dan kesanggupan tanggungan yang ada di nasabah atau anggota itu sendiri. Intinya dari owner akan menyanggupi target satu tahun, berarti sampai September 2021 clear," ucap Hartopo.

"Kemarin saya tanya masalah aset yang ada di anggaran debitur ada Rp 40 miliar ada aset yang tidak bergerak sampai Rp 100 miliar. Itu artinya bisa mencukupi dan mem-backup itu semua," sambung dia.

Hartopo menjelaskan ke depan agar dari dinas tidak mengizinkan koperasi untuk mengadakan program deposito. Dia khawatir akan menjadi permasalahan yang sama dengan adanya program deposito tersebut.

"Makanya dari dinas saya bilang dia itu sebagai pembinaan dan pengawasan masalah koperasi yang intinya jangan sampai terlalu over untuk koperasi sendiri. Jangan sampai diterbitkan masalah deposito karena tidak sesuai LPSE, deposito jangan. Kalau mungkin tabungan silakan walaupun itu terbatas," tutup Hartopo.

Diberitakan sebelumnya deposito miliaran di KSP GMG Kudus, Jawa Tengah tidak bisa dicairkan oleh para anggotanya. Pemilik koperasi pun berjanji akan segera mengembalikan deposito miliaran tersebut dalam jangka waktu setahun.

"Mengenai pemberitaan negatif di media massa itu, saya tidak sepenuhnya membenarkan. Sebetulnya kami sedang berusaha keras koperasi ini buka kembali. Tidak ada niatan dari kami pengelola untuk menghindar atau melarikan dana nasabah atau sebagainya," jelas Owner KSP GMG Kudus, Alfi Hidayat kepada wartawan ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (30/8).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...