Round-Up

Fakta Pembunuhan Sadis Wanita di Banjarnegara, Saksi-Keluarga Ungkap Pelaku

Uje Hartono - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 08:18 WIB
TKP dan rumah duka wanita korban pembunuhan sadis di Banjarnegara, Senin (30/8/2021).
Foto korban semasa hidup (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Salah seorang wanita di Desa Bakal Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jateng, bersimbah darah setelah ditusuk di bagian lehernya berulang kali. Nyawa korban pun tidak tertolong meski sudah dibawa ke Puskesmas terdekat.

Berikut fakta-fakta pembunuhan sadis wanita di Banjarnegara Jawa Tengah yang dirangkum detikcom:

Pembunuhan dilakukan di tengah jalan desa

Saksi mata pembunuhan sadis, Fauzan menyebut kejadian terjadi saat korban pulang dengan jalan kaki usai bekerja di pabrik jamur Dieng. saat itu pelaku sudah menunggu di dekat gapura jalan desa.

"Lokasinya di jalan desa. Korban pulang kerja jalan kaki. Biasanya ramai-ramai, tetapi kebetulan kemarin sendiri. Pelaku sudah ada di lokasi lebih dulu," kata Fauzan saat ditemui detikcom di lokasi kejadian, Senin (30/8).

Korban ditusuk di bagian leher secara brutal

Menurut Fauzan, sempat terjadi cekcok antara korban dengan pelaku. Namun tiba-tiba pelaku menusukkan pisau dapur ke leher korban berulang kali. Ini membuat korban bersimbah darah.

"Pertamanya saya melihat ada cekcok antara korban dengan pelaku. Saya kira tidak membawa senjata tajam. Pas saya jalan mendekat tiba-tiba korban ditusuk berulangkali," terangnya.

Bahkan, menurutnya saat korban tengah dimandikan terdapat sembilan luka di bagian leher dan kepala.
"Pelaku nusuknya berulangkali. Saat dimandikan ada sembilan luka. Ada yang di leher, dekat telinga juga ada," ungkapnya.

Saksi mata dan keluarga sebut pelaku adalah suaminya

Saksi mata dan keluarga menyebut, pelaku pembunuhan sadis tidak lain adalah suami korban sendiri. Hal ini diketahui setelah korban sempat menjawab saat ditanya siapa pelaku.

"Saat itu saya teriak-teriak minta tolong. Datang ibu-ibu dan sempat bertanya siapa tadi. Dijawab bojone nyong (suami saya)," ungkapnya.


Selanjutnya: hubungan tak harmonis dan emosi warga...