2 Daerah di Jateng Masih PPKM Level 4, Ganjar Janjikan Pendampingan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 13:22 WIB
Ganjar Pranowo
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Semarang -

Kasus Corona di Jawa Tengah terus menurun, meski begitu masih ada dua daerah yang ditetapkan sebagai level 4. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berencana akan memberikan pendampingan bagi dua daerah yang masih menerapkan PPKM level 4.

Dari 35 kota/kabupaten di Jateng, tinggal Purworejo dan Kota Magelang yang masih di level 4 saat perpanjangan PPKM hingga 6 September mendatang. Ganjar mengaku sudah berkomunikasi dengan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan soal ini.

"Tentu akan ada pendampingan. Kemarin saya ditelepon Pak Menko Marinves soal ini, ada beberapa daerah termasuk Purworejo yang angka kematiannya masih tinggi dibanding daerah lain. Maka perlu kita menyiapkan bantuan dalam bentuk pendampingan sehingga apa problemnya bisa diselesaikan," kata Ganjar dalam keterangannya, Selasa (31/8/2021).

Pendampingan tidak hanya dilakukan dari Pemprov Jateng, tapi juga menggandeng seluruh instansi, termasuk Forkompimda, TNI/Polri dan relawan.

"Termasuk kita percepat vaksinasi, karena kalau vaksin bisa cepat, ini bisa membantu. Sekarang kan vaksin sudah digas, walaupun masih kurang, namun semangat percepatannya sudah ada. Tinggal kita konsolidasikan agar lebih sistematis dan terstruktur, agar penurunan levelnya lebih cepat," tandasnya.

Ganjar pun meminta bupati/wali kota kedua daerah level 4 untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Diharapkan dengan begitu kasus Corona di Purworejo dan Kota Magelang bisa melandai.

"Daerah yang levelnya belum turun itu, saya minta ayo kenceng, jangan kendor dulu. Sebab nanti rakyatnya pasti akan melirik ke daerah tetanga yang sudah membaik. Kalau tidak dikencengin, ini gawat karena memungkinkan terjadi mobilitas ke daerah lain," ujarnya.

Selain itu, Ganjar juga mengingatkan daerah lainnya agar tidak lengah dan taat prokes. Ganjar mengaku sudah melihat adanya euforia karena penurunan kasus Corona di Jateng sehingga harus hati-hati.

"Banyak masyarakat yang mulai euforia dan tidak disiplin prokes. Ini hati-hati. Semua daerah tidak boleh kendor dan terus eling lan ngelingke (ingat dan mengingatkan). Daerah-daerah yang sudah bagus, tetap jaga prokes," tegasnya.

Ganjar lalu mengibaratkan pandemi ini seperti lari bersama dan saat ini garis finish mulai terlihat. Ganjar pun mengajak semua tetap berlari bersama sampai akhir.

"Ibarat lari itu, garis finish-nya sudah kelihatan. Tidak boleh terlalu euforia. Kalau sudah mau finish kan harus tetap lari, jangan tidak lari. Artinya sudah membaik, tapi harus tetap prokes, jangan abai prokes," pungkasnya.

(ams/mbr)