Rumahnya Rusak Diduga Akibat Proyek Hotel, Warga Kudus Tuntut Ganti Rugi

Dian Utoro Aji - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 12:36 WIB
Rumah warga di Kudus yang rusak diduga akibat pembangunan hotel, Jumat (27/8/2021).
Rumah warga di Kudus yang rusak diduga akibat pembangunan hotel, Jumat (27/8/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Tiga rumah milik warga rusak diduga akibat pembangunan sebuah hotel di Kudus, Jawa Tengah. Ketiga korban itu mengajukan gugatan dan menuntut perbaikan rumah yang ditafsirkan mengalami kerugian mencapai Rp 4 miliar.

Pantauan di lokasi tiga rumah warga Desa Kramat, Kecamatan Kota mengalami rusak parah, Jumat (27/8). Tiga rumah itu milik dari Benny Gunawan, Benny Juanedi, dan Wiwik.

Lokasi tiga rumah itu berada di sebelah Hotel Sato jalan Pemuda Nganguk, Kramat, Kecamatan Kota. Salah satu rumah milik Benny Gunawan kondisinya rusak parah.

Di ruang rumah terlihat banyak penyangga dari kayu, karena kondisi bangunan sudah retak. Salah satu kamar pun sudah dikosongkan karena kondisi temboknya yang retak dan dikhawatirkan ambrol.

Di depan rumah Benny pun terpasang sebuah baliho. Baliho itu bertuliskan "korban akibat pembangunan Hotel The Sato rumah kami rusak, piye lurr?".

Benny Gunawan menjelaskan kerusakan rumahnya sudah terjadi sejak tahun 2017 ketika adanya pembangunan hotel tersebut. Menurutnya, kerusakan awalnya berupa retak-retak namun kini kondisinya semakin parah. Menurutnya, pihak hotel berjanji akan memperbaiki, namun hingga bangunan hotel rampung, rumahnya tak kunjung diperbaiki.

"Pertengahan 2017 sudah mulai retak sedikit-sedikit terus lama semakin parah. Janjinya mau diperbaiki sudah jadi. Akhirnya sudah jadi tidak ada perbaiki," jelas Benny ditemui di lokasi, Jumat (27/8/2021).

Menurutnya kondisi rusak itu karena bangunan hotel dengan rumah warga yang mepet. Apalagi, lanjut Benny, hotel tersebut memiliki bangunan lima lantai, akibatnya pembangunan membuat rumah miliknya dan dua tetangga lainnya rusak.

"Bangunan dia (hotel dan rumah warga) mepet, hotel lantai lima terus ada lantai enam katanya itu kolam renang. Akibat bangunannya mepet tembok saya, bahkan dia menyolong tembok saya. Itu numpang di tembok saya," ungkapnya.

Benny menjelaskan dulu sempat dilakukan beberapa mediasi dengan pihak hotel. Namun tak kunjung ada titik temu. Akhirnya tiga orang yang rumahnya terdampak sepakat membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

"Dulu mediasi, mediasi gagal dua kali. Berarti tidak ada iktikad baik, yang punya nantang-nantang kalau tidak terima laporkan polisi. Kita laksanakan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Saya minta untuk memperbaiki asal mula," terang dia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Saksikan juga 'Ada Info soal Pemotongan Dana Kesehatan, RSUD Kudus Buka Suara':

[Gambas:Video 20detik]