Ganjar Larang SMK Batik 2 Solo Gelar PTM Tanpa Izin!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 20:44 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Semarang -

SMK Batik 2 jadi sorotan usai Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memarkirkan mobil dinasnya terkait isu pembelajaran tatap muka (PTM). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan pembelajaran tatap muka tingkat SMA sederajat harus seizin Pemprov Jateng.

"Nggak, nggak boleh (PTM). Apalagi kalau SMK dengan kewenangan kita dan biasanya mereka tidak izin, jangan melakukan dulu kalau tidak kita tutup nanti. Kita minta untuk pulang semuanya," tegas Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/8/2021).

Ganjar menyebut PTM harus melalui izin dinas terkait. Izin itu pun baru akan diberikan untuk sekolah yang mengelar uji coba pembelajaran tatap muka.

"Pertama yang dibolehkan adalah uji coba, dan ketika uji coba itu dilakukan harus dilaporkan kepada kita. Kenapa ini penting? Karena, agar kita bisa melakukan kontrol," terang Ganjar.

Ganjar menerangkan izin itu diperlukan agar ada pengawasan dari dinas terkait. Sehingga jika terjadi sesuatu, segera bisa ditangani.

"Seandainya terjadi sesuatu, maka kita bisa menyikapi itu dengan cepat. Dan itu sudah ada kok ketentuannya, bagaimana peralatan, bagaimana cara mengajar, berapa rasio siswa dan sebagainya," terangnya.

Uji coba pun menurut Ganjar, harus mempertimbangkan data epidemiologis terkait kasus COVID-19 di daerah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan kasus Corona pada anak sekolah.

"Harapan saya, kalau ada kabupaten/kota ingin melakukan uji coba tatap muka sebaiknya diambil sampel-sampel dulu. Pertimbangkan data epidemologis, sehingga di area-area sekitar itu adalah area yang relatif aman karena ini anak-anak kita. Jangan sampai nanti kita salah melangkah kemudian mereka tertular itu yang hindari," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Solo Gibran memarkirkan mobilnya di SMK Batik 2 usai mendapat informasi tentang PTM di sekolah itu pada Senin (23/8) besok. Mobil dinasnya itu diparkir di depan SMK Batik 2 sejak Sabtu (21/8) petang.

Menurut warga setempat, mobil itu ditinggalkan sopir dan ajudan Gibran, yang kemudian menitipkan mobil itu ke warga. Pihak sekolah pun mengklaim telah membatalkan rencana PTM.

Untuk diketahui, rencana PTM SMK Batik 2 Solo itu beredar dalam bentuk surat dari pihak sekolah kepada orang tua murid. Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Batik 2 Solo, Erwin Ahmad, mengakui memang sempat ada rencana simulasi PTM. Namun menurutnya, rencana itu sudah dibatalkan.

"Terkait edarannya, memang rencananya simulasi, tapi memang sudah dibatalkan," kata Erwin saat dijumpai di SMK Batik 2 Solo, Minggu (22/8).




(alg/ams)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork