Demak Diprediksi Akan Tenggelam, Makam Ini Tampak Terapung di Lautan

Mochamad Saifudin - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 20:13 WIB
Makam Syekh Mudzakir di Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, Minggu (8/8/2021).
Kompleks makam Syekh Mudzakir yang tampak terapung di Demak, Minggu (8/8/2021). Foto: Mochamad Saifudin/detikcom
Demak -

Terdapat sebuah kompleks makam yang terlihat terapung dikelilingi air laut di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Makam tersebut adalah makam Syekh Mudzakir, berada di Dukuh Tambaksari, Kecamatan Sayung.

Menurut salah satu ahli waris Syekh Mudzakir, Hafidzi, dulunya di sekitar kompleks makam Syekh Mudzakir merupakan daratan. Saat itu terdapat lahan yang ditumbuhi sejumlah tanaman, berjarak sekitar 1 kilometer dari garis pantai Demak.

"Dulu dari makam ke laut itu masih satu kilometer, kanan kiri itu sawah semua. Dulu sini itu daratan, padi tumbuh, palawija tumbuh, lombok, semua tanaman hidup," kata Hafidzi saat ditemui detikcom di Masjid Dusun Tambaksari, Minggu (8/8/2021).

Namun karena abrasi, kondisi sekitar makam saat ini terkepung air laut sehingga terlihat terapung.

"Mulai 1997 itu abrasi jadi air laut mulai masuk kampung, kemudian sawah-sawah tidak bisa ditanami padi karena tadi terendam air rob," ujarnya.

"Kemudian alih fungsi menjadi tambak. Lalu tambak setiap hari digerus oleh gelombang besar, akhirnya habis tanggulnya jadi lautan. Paling cepat abrasinya itu tahun 1999," lanjutnya.

Makam Syekh Mudzakir di Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak, Minggu (8/8/2021).Jalan penghubung menuju makam Syekh Mudzakir yang tampak terapung di Demak, Minggu (8/8/2021). Foto: Mochamad Saifudin/detikcom

Terpisah, Ketua Pengurus Makam Syekh Mudzakir, Abdullah Mudzakir, mengatakan bahwa di kompleks makam Syekah Mudzakir terjadi penurunan muka tanah. Dirinya menyebut penurunan permukaan tanah tersebut per tahunnya sekitar 5 cm.

"Kami mengalami kalau itu, kami tahu, jadi mungkin per tahun 5 cm (penurunan permukaan tanah) lebih. Antara air naik sama tanah yang turun itu perkiraan 5 cm lebih per tahun," kata Abdullah saat ditemui di rumahnya, Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Jumat (6/8).

Pantauan detikcom, di sekeliling kompleks makam terdapat bebatuan berjajar menyerupai tanggul pemecah ombak. Kemudian jalan penghubung dari daratan menuju Makam Syekh Mudzakir yang terapung itu sepanjang 1 kilometer. Jalan penghubung tersebut sempat putus saat dihantam gelombang besar akhir tahun lalu dan kini sudah diperbaiki.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...