Menengok Rumah Warga di Pekalongan yang Tampak Semakin Pendek

Robby Bernardi - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 14:44 WIB
Bangunan rumah warga di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, semakin pendek, Sabtu (7/8/2021).
Bangunan rumah warga di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, semakin pendek, Sabtu (7/8/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan -

Kota Pekalongan dan sejumlah daerah di pesisir utara Jawa Tengah diprediksi akan tenggelam karena penurunan muka tanah. Bangunan sejumlah rumah warga di Kota Pekalongan yang awalnya dibangun dengan ketinggian normal saat ini pun tampak semakin rendah atau pendek.

Bangunan rumah pendek ini mudah ditemui di wilayah Kecamatan Pekalongan Utara, seperti di Kelurahan Panjang. Kondisi rumah semakin pendek karena warga meninggikan lantai menyusul banjir dan rob.

Warga meninggikan lantai rumahnya tahap demi tahap agar air tidak masuk ke dalam rumah. Namun peninggian lantai rumah ini tidak dibarengi dengan meninggikan atap.

Warga Kelurahan Panjang Wetan, Subagyo (56), mengatakan sejak tahun 2010 dia sudah tiga kali meninggikan lantai agar banjir tidak masuk ke dalam rumah.

"Soalnya, kalau lantai tanah tidak ditinggikan, air akan terjebak di dalam rumah karena jalan sudah tinggi," kata Subagyo saat ditemui, Sabtu (7/8/2021).

"Lantai tanah rumah saya saja, sudah saya tinggikan bertahap, tiga kali. Saat ini total sudah lebih tinggi 1,7 meter dari semulanya. Lihat saja, rumah saya jadi seperti pendek," lanjutnya.

Rumah warga di Kelurahan Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Sabtu (7/8/2021).Rumah warga di Kelurahan Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Sabtu (7/8/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Menurutnya, upaya meninggikan lantai tersebut memang tidak dibarengi dengan meninggikan atap rumah, sehingga rumah tampak pendek. Bahkan jika orang dewasa masuk rumah harus menunduk agar kepala tidak terbentur dengan kerangka pintu.

"Semua rumah di sini seperti ini. Kita mampunya hanya meninggikan lantai saja, jadi rumah kita pendek. Lihat saja boks listrik yang tadinya di atas, kini di bawah," ucapnya.

Namun, lanjutnya, ada warga mampu yang juga meninggikan atap rumah. Bahkan beberapa warga yang lebih mampu lagi, memilih pindah rumah.

"Ya sudah capek mungkin, beberapa kali ditinggikan tetap saja rumah kemasukan air. Akhirnya ditinggalkan dan tidak terawat, pindah rumah. Saya masih bertahan," jelasnya.

Selain harus menunduk untuk masuk ke rumah, orang dewasa akan mudah menyentuh langit-langit rumah tanpa. Ketinggian lantai rumah hingga langit-langit yang biasanya berjarak 3-4 meter, kini hanya tersisa 2 meter.

Bangunan rumah warga di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, semakin pendek, Sabtu (7/8/2021).Bangunan rumah warga di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, semakin pendek, Sabtu (7/8/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Warga Panjang Wetan lainnya, Supardi (63), mengaku dirinya sudah meninggikan lantai rumah hingga 1,5 meter.

"Kami sudah meninggikan lantai dua kali. Semakin pendek rumahnya," kata Supardi saat ditemui.

Rumah warga di Kelurahan Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Sabtu (7/8/2021).Rumah warga di Kelurahan Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Sabtu (7/8/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Menurutnya, meski warga sudah meninggikan lantai namun belum membuahkan hasil untuk menghindari air banjir masuk rumah. Setiap kali lantainya ditinggikan, permukaan air sungai disebutnya juga ikut tinggi.

"Ya seperti balapan, semakin kita meninggikan, permukaan sungai kok semakin tinggi. Apa tanahnya yang ambles apa airnya sungai yang semakin tinggi ya," ucapnya.

Pantauan detikcom di lokasi, bangunan rumah warga di wilayah Pekalongan Utara memang tampak pendek-pendek. Sebagian kecil rumah terlihat sudah tidak terawat karena ditinggal pindah pemiliknya.

Tonton Video: Blak-blakan Dr Heri Andreas, Pekalongan & Semarang Lebih Dulu Tenggelam

[Gambas:Video 20detik]




(rih/rih)