Round-Up

Jateng Memang Tak Baik-baik Saja Saat Dihajar Corona! Ini Fakta-faktanya

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 08:42 WIB
Semarang -

Lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Tengah terus terjadi dan bed occupancy rate (BOR) di beberapa daerah sudah mendekati 100 persen. Kondisi Jawa Tengah tidak sedang baik-baik saja.

13 daerah masuk zona merah

Hal itulah yang diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya. Ia menyebut ada 13 daerah zona merah saat ini yaitu Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Blora, Pekalongan, Brebes, Semarang, Tegal, Sragen, Wonogiri, dan Kota Semarang.

"Trennya meningkat (kasus Corona). Kita tidak sedang baik-baik saja. Semua harus mawas diri dan antisipasi," kata Ganjar usai rapat penanganan COVID-19 di kantornya, Semarang, Senin (21/6).

PPKM diperpanjang

Ganjar menyebutkan berbagai upaya penambahan ruang isolasi dan ICU di rumah sakit sudah dilakukan. Selain itu surat edaran pengetatan PPKM juga sudah ditandatangani.

"Surat edaran sudah minggu lalu, ini perpanjangan PPKM maka sampaikan agar bisa mengikuti. Kalau saya boleh cerita pada kawan-kawan di kabupaten/kota, PPKM ini lebih detail, yang merah ibadah di rumah, tempat wisata tutup, tempat keramaian dan toko sampai jam 21.00," jelasnya.

Rumah sakit di beberapa daerah nyaris penuh

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo menyebut BOR di Jawa Tengah rata-rata sudah mencapai sekitar 85 persen.

"Untuk bed isolasi di Jateng ada 10.065 sudah terisi 85 persen atau 8.568 orang. Bed ICU ada 1.237 terisi sekitar 72 persen," kata Yulianto di kantornya.

Di Kota Semarang, BOR bahkan mencapai 91,34 persen. Sejumlah tempat isolasi tambahan dibuka termasuk Rumah Sakit Darurat Covid (RSDC) yang memanfaatkan bangunan rumah sakit yang masih menunggu izin operasional.

"Itu yang sedang kita lakukan, memperbanyak kamar, kita prihatin IGD rumah sakit dipakai COVID-19, orang yang mau masuk harus antre. Maka perlu tempat tidur tambahan," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau Hendi di kantornya.

Surat Keputusan soal pengetatan pembatasan kegiatan masyarakat diterbitkan dan berlaku hari Selasa (22/6) ini antara lain menutup tempat wisata dan hiburan. Ruas jalan yang ditutup juga ditambah dari semula 8 yang ditutup 24 jam per hari hingga tanggal 2 Juli 2021.

Kini akses ke Simpang Lima dan Kota Lama ditutup mulai 19.30 WIB sampai 06.00 WIB setiap hari sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Wali kota Pekalongan: Sudah gawat darurat!

Wali Kota Pekalongan Ahmad Afzan Arslan Djunaid mengungkap rumah sakit di wilayahnya kini telah penuh dan ada antrian di IGD. Kondisi tersebut hampir merata baik RS Pemerintah maupun swasta.

"Ketersedian tempat tidur sendiri di Kota Pekalongan, ini sudah gawat darurat. Karena di rumah sakit Bendan (RSUD) sudah ada 26 (bed penuh), 10 (pasien Corona), masih daftar tunggu di IGD belum bisa dirawat di tempat penanganan atau ruang isolasi COVID," ujar wali kota yang akrab disapa Aaf ini kepada detikcom di kantornya, Senin (21/6/2021).

Kondisi yang sama dialami di Kabupaten Klaten meski belum masuk 13 daerah zona merah yang disebutkan Ganjar, namun keterisian tempat tidur pasien Corona hampir 100 persen.

"Kemarin malam (Minggu, 20/6) sempat keterpakaian tempat tidur isolasi sampai 99,4 persen. Hari ini tadi sudah kami minta RS tambah, jadi 12 RS bersedia menambah tempat tidur sebanyak 103," kata Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Roni Roekmito, kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Selanjutnya: hampir 40 persen ASN Demak terpapar Corona

Selanjutnya
Halaman
1 2