Zona Merah Corona, BOR Rumah Sakit di Klaten 99,4 Persen!

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 20:24 WIB
Zona Merah Corona Jawa Barat Ada Di Mana Saja? Ini Sebarannya
Ilustrasi kasus virus Corona atau COVID-19 (Foto: Edi Wahyono)
Klaten -

Kabupaten Klaten zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur pasien Corona hampir 100 persen.

"Kemarin malam (Minggu, 20/6) sempat keterpakaian tempat tidur isolasi sampai 99,4 persen. Hari ini tadi sudah kami minta RS tambah, jadi 12 RS bersedia menambah tempat tidur sebanyak 103," kata Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Roni Roekmito, kepada wartawan, Senin (21/6/2021).

Roni mengatakan dari pengecekan terakhir sudah ada tambahan 35 bed pasien Corona. Diharapkan segera terpenuhi 103 sehingga bisa mengantisipasi tambahan pasien.

"Kita berharap 103 ini dipenuhi, mudah-mudahan dengan penambahan itu dibarengi dengan penurunan kasus. Jadi kemarin hampir semua full," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, ada informasi RS PKU Muhammadiyah Prambanan yang baru persiapan operasional akan dijadikan RS COVID-19. Saat ini tinggal menunggu persiapan.

"RS PKU Muhammadiyah Prambanan bersedia menjadi RS COVID, tapi jelas butuh persiapan. Semoga bisa segera dipakai karena ada 50 tempat tidur, ICU dan tenaga kesehatan," ujar Roni.

Terpisah, Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Klaten, Cahyono Widodo, pada Senin (21/6) ini sejumlah rumah sakit yang sudah penuh.

"Ada beberapa RS sudah full, dinamiknya cepat sekali. Hari ini yang full RS ada 90 persen dari 12 RS dan kita sudah merencanakan ada penambahan," kata Cahyono kepada wartawan di Pemkab Klaten.

Sementara itu, Humas RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Buya Al-Ghazali, mengatakan bahwa BOR saat ini sudah full.

"Per hari ini full dari 52 bed yang disediakan terpakai semua. Kalau menambah kamar belum tapi hanya direncanakan mendirikan tenda untuk menampung pasien sambil menunggu hasil skrining dari UGD," kata Buya saat dihubungi detikcom.

(rih/mbr)