Terpopuler Sepekan

Merekap Dampak Kengerian Amuk Corona di Jateng dalam Sepekan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 09:11 WIB
Kabupaten Jepara menjadi zona merah penyebaran virus Corona. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun melakukan inspeksi mendadak atau sidak di RSUD Kartini Jepara.
Ganjar saat menemukan pasien Corona sempat terlantar di RSUD Jepara, 15/6). (Foto: Istimewa/Humas Pemprov Jateng)
Semarang -

Lonjakan kasus COVID-19 terjadi di Jawa Tengah dua pekan ini. Bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur untuk penanganan pasien COVID-19 meningkat pesat bahkan harus antre. Kepala daerah pun harus putar otak menyelamatkan warganya, berikut kondisi yang dirangkum detikcom dalam sepekan:

1. BOR di zona merah Jateng capai 90 persen

BOR di Jawa Tengah meningkat terutama di daerah zona merah. Daerah-daerah penyokong di sekitarnya pun ikut penuh karena membantu penanganan pasien dari zona merah. Peningkatan terjadi di RS yang berada di 8 zona merah.

"Secara keseluruhan di Jawa Tengah (tingkat keterisaan tempat tidur pasien Corona di rumah sakit rujukan) saat ini sekitar 70-an persen. Ada 8 yang tinggi, dari Sragen, Karanganyar, Brebes, Kabupaten Tegal, Kudus, Demak, Jepara, kemudian Rembang itu yang tinggi keterisiannya, itu sekitar 90 persen," ungkap Kasi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Pemprov Jateng, Atin Suhesti, kepada wartawan di sela mengunjungi RSU Islam Boyolali, Jumat (18/6).

"Tapi yang namanya BOR akan bergerak terus, jadi tidak sama," imbuhnya.

Rumah sakit darurat COVID-19 disiapkan Pemprov Jateng untuk penanganan pasien Corona. Atin menyebut di Boyolali ada RSU Islam Boyolali yang posisinya saat ini masi menunggu izin operasi. Sedangkan PJ Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo sebelumnya menyebut RSJD Amino Gondohutomo Semarang dan salah satu RS di Jepara juga akan jadi RS khusus.

"Karena RSI ini juga baru dan diharapkan bisa segera membantu untuk penambahan tempat tidur yang ada di Kabupaten Boyolali. Sesegera mungkin (operasional)," ujar Atin.

Di Kabupaten Rembang yang berada di dekat Kudus, hanya ada dua rumah sakit yang menerima pasien COVID-19. Yakni RSUD dr R Soetrasno dan rumah sakit swasta Bhina Bhakti Husada. Keduanya kehabisan tempat tidur untuk ruang isolasi pada Sabtu (19/6).

Kepala Seksi Informasi RSUD dr R Soetrasno, Tabah Tohamik, menyebut RS milik pemerintah tersebut memiliki kapasitas 181 tempat tidur ruang isolasi COVID-19.

"Kapasitas 181, tadi pagi full. Akibatnya ada pasien yang memang harus mengantre. Kemudian alhamdulillah, sore ada pasien yang sudah selesai perawatan pulang, langsung dipakai kamar tersebut," kata Tabah saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Sabtu (19/6/2021).

Sementara itu antrean pasien tidak hanya terjadi di zona merah, di Kota Semarang, angka kasus COVID-19 meningkat karena ikut merawat pasien dari daerah zona merah di sekitarnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi membenarkan rumah dinasnya yang dijadikan sentra isolasi sempat harus mengantre, begitu pula RS KRMT Wongsonegoro milik Pemkot Semarang yang IGD-nya harus antre. Hendi menyebut BOR di Semarang 82 persen dan ICU sudah ada yang 100 persen.

"Itu fluktuatif. Jadi ada salah satu kerabat saya mau isolasi di sana. Saya telepon Pak Hakam (Kadinkes Semarang). Ini kok tadi malam kerabat saya mau masuk penuh, benar. Tapi paginya ada yang keluar 80 orang," kata pria yang akrab disapa Hendi itu hari Selasa (15/6) lalu.

Upaya penambahan bed terus dilakukan mulai dari menggunakan RS yang masih menunggu keluar izin, gedung kampus, hingga gereja besar yang diperkenankan untuk dijadikan sentra isolasi.

2. Desa, Pabrik, Kampus, sampai Kantor atur jam masuk hingga lockdown

Sebanyak 652 orang karyawan PT Dua Kelinci, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, positif virus Corona atau COVID-19. Saat ini, 89 di antaranya dinyatakan sembuh. Bupati Pati Haryanto pun meminta jam kerja yang awalnya dibagi 3 shift dengan masing-masing 35 persen karyawan per shift. Haryanto mengusulkan jam kerja dibagi 4 shift maksimal 30 persen karyawan per shift.

Sejumlah desa dan RT di Jawa Tengah sempat lockdown karena warganya terpapar. Salah satunya yang terbaru yaitu di Desa Manduraga di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah yang menerapkan lockdown mulai Rabu (16/6) malam. Hal itu dilakukan setelah 20 orang warganya dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19.

"Desa kami ini desa perlintasan, perbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas. Setelah kita ketahui warga kami banyak yang terpapar COVID-19 ditambah satu orang positif (Corona) meninggal dunia maka kami putuskan untuk menetapkan lockdown," kata Kepala Desa Manduraga, Hardizon, saat ditemui detikcom di kantornya, Kamis (17/6).

Kemudian Sebanyak tiga dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo meninggal dunia karena terpapar COVID-19. Akibatnya, kampus UNS harus ditutup selama sepekan mulai hari ini.

"UNS berduka, setidak-tidaknya dua hari kemarin dan hari ini kehilangan dosen-dosen kami, sahabat-sahabat kami, orang terbaik kami yang ada di UNS," kata Jamal dalam sambutannya, Kamis (17/6).

Perkantoran milik pemerintah juga tidak luput. Di Pengadilan Negeri Semarang ada 16 orang mulai dari hakim hingga staf terpapar Corona. Maka Work From Home diberlakukan dan persidangan hanya untuk yang mendesak saja.

"16 OTG (orang tanpa gejala). Hakim, panitera pengganti dan staf," kata Humas PN Semarang, Eko Budi Supriyanto, saat dimintai konfirmasi wartawan lewat pesan singkat, Kamis (17/6/2021).

Kantor DPRD Jawa Tengah tegas menetapkan Lockdown setelah ada 11 orang terpapar COVID. Pihak dewan juga membenarkan selain itu ada Ketua DPRD Jateng dan dua anggotanya yang positif Corona.

"11 Orang PNS Sekwan (Sekretaris Dewan) COVID. Untuk mencegah penyebaran (dilakukan lockdown). Ruangan disemprot disinfektan," kata Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman lewat pesan singkat, Jumat (18/6/2021).

Selanjutnya: apa yang dilakukan Ganjar?

Lihat Video: DIY Mau Berbagi Bed Pasien Covid-19 dengan Jateng, Tapi...

[Gambas:Video 20detik]