Round-Up

Kalah 15 Kali! Apa Lagi Jurus Pemkot Solo untuk Pertahankan Sriwedari?

Ari Purnomo - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 08:11 WIB
taman sriwedari solo
Taman Sriwedari (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Sengketa lahan taman Sriwedari antara ahli waris Wiryodiningrat dengan Pemkot Solo sepertinya belum akan berakhir.

Meskipun, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Rabu (9/6) hakim memutuskan untuk tidak menerima gugatan yang diajukan oleh Pemkot Solo.

Alasannya adalah ada dua ahli waris yang menjadi tergugat sudah meninggal dunia. Dengan putusan tersebut setidaknya Pemkot sudah kalah sebanyak 15 kali melawan ahli waris.

Kendati begitu, nyatanya Pemkot belum akan menyerah dan melepaskan begitu saja aset lahan taman kota seluas 10 hektare di jantung kota Solo tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Wahyu Winarto, Pemkot masih akan tetap berupaya untuk bisa mempertahankan lahan Sriwedari.

"Kita tetap banding, masih ada kemungkinan. Ini demi mempertahankan Sriwedari untuk masyarakat," tegas Wahyu ditemui wartawan usai persidangan, Rabu (9/6).

Wahyu menegaskan, Pemkot Solo masih punya peluang untuk mempertahankan aset lahan Sriwedari terutama untuk dua objek lahan HP 26 dan HP 46.

"Jadi dalam perdata soal kalah menang biasa, ini baru proses. Kalau perdata ini tidak diterima, beda kalau ditolak. Kalau tidak diterima itu posisinya masih 50-50, bisa banding, bisa kasasi," ujarnya.

Menurut Wahyu, jika memang pertimbangannya karena ahli waris sudah meninggal seharusnya disampaikan hakim pada persidangan sebelumnya. Nyatanya, persidangan tetap dilanjutkan hingga pembuktian dan putusan.

"Kaitannya soal kematian dalam proses beracara, dalam beberapa kasus bisa saja diteruskan pada ahli warisnya. Apakah hakim selama ini sudah meneruskan pada ahli waris kita kan tidak tahu. Beberapa kasus juga pihaknya meninggal, ahli waris datang," urainya.

Wahyu menyebut seharusnya hakim memberitahu jika ada ahli waris yang meninggal seharusnya ditanyakan apakah akan meneruskan persidangan atau tidak. Mengingat, di beberapa kasus eksekusi kalau yang pihaknya meninggal dialihkan kepada ahli warisnya.

"Lah di dalam kasus ini kami tidak tahu hakim sudah memberitahu atau tidak kepada ahli waris bahwa ini ada kasus," katanya.

Selanjutnya: Ahli Waris akan segera lakukan eksekusi

Simak juga 'Demi Vaksinasi, Polisi Jemput Lansia di Solo ke Rumah Masing-masing':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3