Kalah Lagi soal Sengketa Sriwedari, Pemkot Solo Siapkan Perlawanan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 19:03 WIB
Taman Sriwedari, Solo, Jumat (6/3/2020).
Taman Sriwedari, Solo, Jumat (6/3/2020). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Pemkot Solo angkat bicara terkait ditolaknya gugatan atas sengketa lahan Sriwedari. Pemkot Solo akan menyiapkan langkah hukum kembali untuk memperjuangkan tanah Sriwedari.

"Selalu ada upaya. Kami koordinasikan dulu dengan bagian hukum. Tanah rakyat kok, harus diperjuangkan," kata Sekretaris Daerah Solo, Ahyani, saat dijumpai di Balai Kota Solo, Rabu (9/6/2021).

Sementara itu, Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, kembali mengungkit proses sidang yang menurutnya tidak adil. Antara lain adanya perbedaan luas lahan antara gugatan dengan kondisi lapangan.

"Waktu itu seharusnya ada peninjauan lapangan. Kita tidak dapat kesempatan kroscek di lapangan seperti apa. Seharusnya nggak semua lahan dieksekusi," kata Teguh.

Dia menegaskan hanya menjalankan amanah masyarakat untuk memperjuangkan Sriwedari. Dia tidak ingin aset Sriwedari jatuh ke tangan pihak lain.

"Kita memperjuangkan hak rakyat, bukan hanya pemkot. Pemkot hanya mengelola. Dulu itu ruang terbuka milik masyarakat," kata dia.

Seperti diberitakan, Pemkot Solo kembali kalah gugatan melawan ahli waris Wiryodiningrat terkait lahan Sriwedari. Pihak Pemkot Solo tetap mengupayakan banding atas putusan tersebut.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Pandu Budiono dengan majelis Frederik Frans dan Heru Budyanto di Pengadilan Negeri (PN) Solo, hari ini. Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan gugatan yang dilayangkan Pemkot Solo ditujukan kepada ahli waris yang sudah meninggal dunia.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum Pemkot Solo Wahyu Winarto langsung menyatakan banding.

"Kita tetap banding, masih ada kemungkinan. Ini demi mempertahankan Sriwedari untuk masyarakat," tegas Wahyu ditemui wartawan usai persidangan, Rabu (9/6).

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Lihat juga Video: Melestarikan Kesenian Wayang Orang Kala Pandemi Corona

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2