Jasad ABK Kena Corona di Cilacap Usai Melaut dari India Akan Dikremasi

Arbi Anugrah - detikNews
Jumat, 14 Mei 2021 07:42 WIB
Sebuah kapal asing membawa gula rafinasi dari India, bersandar di Cilacap. Dari 20 ABK, 13 di antaranya dalam kondisi terkonfirmasi terpapar COVID-19.
MV Hilma Bulker, saat merapat di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap usai melaut dari India. (Foto: ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA)
Cilacap -

Sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) asing dari kapal berbendera Panama bernama MV Hilma Bulker yang merapat di Cilacap, Jawa Tengah usai melaut di India dilaporkan terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19. Salah seorang di antaranya yang berinisial DRA (50) meninggal dunia pada Selasa (11/5) lalu dan jenazahnya akan segera dikremasi.

"Berdasarkan laporan KKP, yang kena COVID-19 sebanyak 14 orang dan hasil swab dikirim Jakarta. Jadi kabupaten Cilacap menunggu hasil swab, kemarin dua hari yang lalu satu ABK meninggal dan hasilnya menunggu, dan atas persetujuan keluarga akan di kremasi pada Sabtu besok," kata Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji, kepada wartawan di Cilacap, Kamis (13/5/2021).

Dari 20 ABK, saat ini hanya tersisa 13 ABK yang masih menjalani perawatan di RSUD Cilacap.

Sub Koordinator Pengendalian Karantina dan Surveliens Epidemologi KKP, Budi Setio, mengatakan pihaknya telah melaksanakan prosedur karantina enam ABK sesuai SOP. Sedangkan pemeriksaan terakhir melalui swab antigen dan PCR kepada enam ABK yang tersisa di kapal pada tanggal 11 Mei 2021 , semuanya dinyatakan negatif COVID-19.

"Kemarin untuk ABK yang di kapal, telah menjalani empat kali pemeriksaan. Terkait enam ABK yang sembuh, akan dipulangkan oleh pihak owner ke Filipina pada hari Senin," ujarnya.

Sedangkan kapal MV Hilma Bulker sendiri juga telah menjalani masa karantina selama 15 hari dan telah selesai masa karantinanya pada tanggal 11 Mei 2021 kemarin. Sehingga kapal sudah dinyatakan bebas karantina, dengan prosedur disinfektan menyeluruh terhadap bagian bagian kapal.

"Jadi prosedur seluruhnya sejak kedatangan (kapal) sampai sekarang sudah menempuh lebih dari prosedur karantina 14 hari," ujarnya.

Sementara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap Capt Purgana memastikan sejauh ini prosesnya bongkar muat berjalan lancar. Dia menjelaskan jika 16 ribu ton gula rafinasi yang saat ini masih berada di atas kapal tetap akan dibongkarmuat. Kemudian, kapal akan kembali berlayar menuju Singapura dengan penggantian ABK yang seluruhnya warga negara Indonesia.

"Gula tetap dibongkar, sisa masih 16 ribu (ton) besok lusa sudah selesai. ABK diganti dengan orang Indonesia semua, dan direncanakan kapal itu sesegera mungkin untuk diberangkatkan dari pelabuhan Cilacap yang estimasinya ke Singapura," ucapnya.

Kapal MV Hilma Bulker sendiri membawa gula rafinasi dan bertolak dari India pada 14 April lalu dan sempat tertahan di perairan Cilacap, Jawa Tengah pada Minggu (25/4).

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Kesehatan Pelabuhan (KKP) Cilacap, dari sekitar 20 Anak Buah Kapal (ABK) asal Filipina, 14 di antaranya terkonfirmasi positif COVID-19.

Seluruh ABK MV Hilma Bulker yang dinyatakan positif Corona dirawat di RSUD Cilacap. Sedangkan sisanya dikarantina secara ketat di atas kapal yang bersandar di Dermaga IV Tanjung Intan Cilacap.

Kemudian ABK asal Filipina berinisial DRA (50) yang dirawat intensif sejak 30 April 2021 dinyatakan meninggal pada Selasa 11 Mei 2021, sekitar pukul 02.25 WIB.

Simak video 'Kasus Covid-19 Sumatera Naik, Pulau Jawa Turun':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)