Selesai Karantina, 6 ABK Bakal Dipulangkan ke Filipina

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 13 Mei 2021 20:18 WIB
Sebuah kapal asing membawa gula rafinasi dari India, bersandar di Cilacap. Dari 20 ABK, 13 di antaranya dalam kondisi terkonfirmasi terpapar COVID-19.
Bersandar di Cilacap, kapal dari India angkut belasan orang positif Corona (Foto: ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIA)
Cilacap -

Belasan anak buah kapal (ABK) yang melaut dari India dan bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan, Cilacap, Jawa Tengah dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Enam orang kontak erat kini dinyatakan selesai masa karantinanya dan segera dipulangkan ke Filipina.

"Kemarin untuk ABK yang di kapal, telah menjalani 4 kali pemeriksaan. Terkait 6 ABK yang sembuh, akan dipulangkan oleh pihak owner ke Filipina pada hari Senin," ujar Sub Koordinator Pengendalian Karantina dan Surveliens Epidemologi KKP Budi Setio kepada wartawan di Banyumas, Kamis (13/5/2021).

Budi menyebut keenam ABK itu telah dites antigen dan PCR pada 11 Mei lalu. Semuanya dinyatakan negatif dan siap dipulangkan (17/5).

Sementara itu, Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut kru positif Corona itu telah menjalani masa karantina selama 15 hari dan selesai pada Selasa (11/5) lalu. Sehingga kapal dinyatakan bebas karantina dan seluruh bagian kapal telah disemprot disinfektan.

"Jadi prosedur seluruhnya sejak kedatangan (kapal) sampai sekarang sudah menempuh lebih dari prosedur karantina 14 hari," ujarnya.

Terpisah, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji mengatakan total ada 14 ABK yang dinyatakan positif Corona. Kemudian seorang ABK yang meninggal karena Corona DRA (50) bakal dikremasi pada Sabtu (15/5) lusa.

"Berdasarkan laporan KKP, yang kena COVID-19 sebanyak 14 orang dan hasil swab dikirim Jakarta. Jadi kabupaten Cilacap menunggu hasil swab, kemarin dua hari yang lalu satu ABK meninggal dan hasilnya menunggu, dan atas persetujuan keluarga akan dikremasi pada Sabtu besok," kata Tatto Suwarto Pamuji.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Cilacap Capt. Purgana memastikan sejauh ini proses bongkar muat di kapal tersebut berjalan lancar. Dia menyebut jika 16 ton gula rafinasi yang saat ini masih berada di atas kapal tetap akan dibongkar.

Rencananya kapal itu akan kembali berlayar menuju Singapura. Namun seluruh kru diganti dengan ABK yang seluruhnya warga negara Indonesia (WNI).

"Gula tetap dibongkar, sisa masih 16 ribu (ton) besok lusa sudah selesai. ABK diganti dengan orang Indonesia semua, dan direncanakan kapal itu sesegera mungkin untuk diberangkatkan dari pelabuhan Cilacap yang estimasinya ke Singapura," ucap Purgana.

Untuk diketahui, kapal ini mengangkut gula rafinasi dan bertolak dari India pada 14 April lalu dan sempat tertahan di perairan Cilacap, Jawa Tengah pada Minggu (25/4). Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan oleh KKP Cilacap, dari sekitar 20 ABK asal Filipina itu, 14 di antaranya terkonfirmasi positif COVID-19.

Seluruh ABK yang positif Corona itu lalu dirawat di RSUD Cilacap. Sementara sisanya dikarantina secara ketat di atas kapal yang bersandar di Dermaga IV Tanjung Intan Cilacap.

Lalu pada Selasa (11/5), ABK berinisial DRA (50) yang dirawat intensif di RSUD Cilacap meninggal dunia pukul 02.25 WIB. Yang bersangkutan dirawat di RSUD Cilacap sejak Jumat (30/4).

(ams/ams)