33 Warga Satu RT di Banyumas Positif Corona

Arbi Anugrah - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 04:02 WIB
Petugas bersiap mengevakuasi warga satu RT di Banyumas yang positif Corona, Selasa (4/5/2021).
Petugas bersiap mengevakuasi warga satu RT di Banyumas yang positif Corona, Selasa (4/5/2021). Foto: dok. Dishub Banyumas
Banyumas -

Setelah klaster salat tarawih, kini muncul kasus virus Corona atau COVID-19 di satu RT di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 33 orang dilaporkan positif Corona.

Kasus tersebut terjadi di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang. Sejumlah warga pun dijemput dengan menggunakan dua bus untuk dievakuasi ke tempat karantina di Pondok Slamet Baturraden sekitar pukul 19.00 WIB tadi.

"Betul satu RT, (terkonfirmasi COVID-19) yaitu RT 7 RW 1, Ada 33 orang positif, kondisi tanpa gejala," kata Kepala Dinas Kesehatan Sadiyanto saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (4/5/2021).

Sebanyak 33 warga tersebut yang masih berada dalam satu lingkungan RT dan langsung dievakuasi untuk menjalani karantina. Pelaksanaan evakuasi warga yang terpapar Corona tersebut dilakukan oleh tim Satgas COVID-19 Kecamatan Sumbang.

Sementara itu Camat Sumbang, Purjito mengatakan sebelum dievakuasi, musala dan rumah-rumah warga yang positif telah terlebih dahulu disemprot disinfektan oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas pada Selasa siang.

"Untuk sementara musala ditutup. Sebelumnya telah dilakukan penyemprotan. Biar musala steril terlebih dahulu. Selain itu, rumah-rumah warga juga disemprot. Petugas melakukan penyemprotan pada Selasa siang," jelasnya.

Sedangkan untuk penyemnprotan dan swab selanjutnya masih menunggu perkembangan. Karena itu menjadi ranah dari petugas Dinkes. "Kita masih melihat perkembangan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, muncul kasus virus Corona dari klaster salat tarawih di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Pemkab Banyumas mengevakuasi warga desa untuk menjalani karantina ke tempat karantina Diklat Baturraden, Jumat (30/4).

"Ada dua bus yang digunakan untuk mengangkut klaster salat tarawih membawa 31 orang. Sebanyak 20 orang laki-laki dan sebelas lainnya perempuan dibawa ke rumah karantina diklat Baturraden," kata Kepala Dishub Banyumas, Agus Nur Hadie, saat dihubungi wartawan.

Terpisah, Bupati Banyumas Achmad Husein membenarkan warga Desa Pekaja dievakuasi untuk menjalani karantina.

"Iya, malam ini warga Desa Pekaja yang positif dibawa untuk karantina," kata Husein melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (30/4).

Tonton juga Video: Laporan Satgas COVID-19 soal 2.090 Orang Positif Corona Masuk RI

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)