Ganjar: 3.800 Pemudik Sudah Masuk Jateng!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 15:15 WIB
Pintu Tol Kalikangkung, Semarang, Selasa (4/5/2021).
Pintu Tol Kalikangkung, Semarang, Selasa (4/5/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut sekitar 3.800 pemudik telah masuk Jateng. Diperkirakan hari ini menjadi puncak kendaraan dari luar masuk ke Jateng.

"Dugaan saya malam ini dan besok akan jadi puncaknya. Maka ini saya lakukan pengecekan untuk memastikan persiapan menjelang tanggal 6 Mei nanti," kata Ganjar di pintu tol Kalikangkung, Semarang, Selasa (4/5/2021).

Ganjar mengatakan dari data yang ada hari Senin (3/5) kemarin sudah ada sekitar 3.800 pemudik yang masuk ke Jawa Tengah. Ganjar pun kembali meminta agar masyarakat menahan diri tidak mudik untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

"Sekitar 3.800 an per-kemarin. Saya perkirakan masih akan nambah, maka akan siaga terus," ujarnya.

Ia menegaskan agar peristiwa di Kabupaten Pati jadi pelajaran karena di sana ada pemudik dari Jakarta yang menggelar acara kemudian puluhan orang terpapar COVID-19 karena pemudik tersebut ternyata positif. Ganjar menjelaskan jika memang terpaksa pergi, hari melengkapi persyaratan.

"Kalaulah harus meninggalkan tempat, tolong pastikan persyaratannya dilengkapi. Kalau tidak penting, lebih baik tinggal di rumah masing-masing. Sebab kemarin kita masih temukan ada banyak yang nekat, menerobos dan justru membahayakan keluarga di rumah," ujarnya.

Ia juga meminta bupati/wali kota melakukan sosialisasi ke warga dan juga mengamankan jalur tikus agar tidak kebobolan pemudik yang tidak memenuhi persyaratan atau nekat.

"Arah Jakarta-Semarang via tol kita screening di Pejagan dan Kalikangkung. Di sini (Kalikangkung) screening kedua dari Pejagan. Selain itu, ada 14 jalur tikus di provinsi yang kita siapkan dan juga 17 titik jalur-jalur kabupaten/kota. Bupati/wali kota kami harapkan kontrolnya makin ketat dari tanggal 6-17 nanti. Misal yang nekat akan dikarantina, contoh di Banyumas akan dibawa ke lereng Gunung Slamet 5 hari. Kan jadi percuma mudik," jelas Ganjar.

Sementara itu, Kepala Pos Pam Kalikangkung, AKP Wahono, mengatakan saat dirinya bertugas sempat memutarbalikkan mobil berisi sekitar 10 orang tanpa masker dan tidak membawa persyaratan. Mereka juga tidak bisa keluar ke exit tol di Kendal setelah putar balik karena pihak penjagaan sudah berkoordinasi.

"Semuanya tidak pakai masker, dan suhu tubuh juga ada yang lebih dari 37 derajat. Langsung kita putar arah, dan tidak mungkin bisa masuk karena di jalur-jalur tikus juga sudah dijaga," kata Wahono.

Terkait kepadatan lalu lintas di tol Kalikangkung ia mengakui memang ada peningkatan jumlah namun belum signifikan.

"Secara data normal, dari jam 06.00 tadi hanya 5.600 dari arah Jakarta ke Semarang. Dari Semarang ke arah Jakarta 5.495, jadi normal. Hanya sedikit meningkat tanggal 3 Mei kemarin, 7.000-an kendaraan," jelasnya.

Dari pantauan detikcom pukul 14.00 WIB, pintu tol Kalikangkung memang terlihat masih lengang. Petugas juga bersiaga di sana dan ada pula pos pelayanan yang didirikan di sana. Pintu Tol Kalikangkung menjadi lokasi screening kedua pemudik yang datang dari arah Jakarta.

Simak Video "Siasat Pemudik Hindari Larangan: Berangkat Awal, Pulang Nanti":

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)