Round-Up

Fakta soal Syam Organizer, Kantor 'LSM Kemanusiaan' yang Digeledah Densus

Heri Susanto - detikNews
Selasa, 06 Apr 2021 08:19 WIB
Garis polisi dipasang di Kantor Syam Organizer, Yogyakarta. Kantor ini digeledah Densus 88 pada hari Minggu (4/4).
Kantor Syam Organizer di Yogyakarta. (Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom)
Yogyakarta - Densus 88 Antiteror Polri menggeledah kantor Syam Organizer di Jalan Suryodiningratan No 605, Kumendaman, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta, Minggu (4/4). Pihak kampung mengetahuinya sebagai LSM kemanusiaan. Pemkot Yogyakarta mengaku tak tahu menahu.

Dari penggeledahan, Densus menyita dokumen, komputer, laptop, kotak infak dan mobil double cabin.

Ketua RW 08, Kumendaman, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta Muji Raharjo menjelaskan, kantor tersebut saat mengurus izin domisili 14 Agustus 2018 lalu, memperkenalkan sebagai LSM kemanusiaan. Tak ada yang mencurigakan saat awal pertemuan itu.

"Saat itu bilangnya untuk kantor LSM kemanusiaan," kata Muji ditemui di rumahnya, Senin (5/4), di RW 08, Kumendaman, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta.

Dari penelusuran, Kantor Syam Organizer yang mengatasnamakan LSM kemanusiaan, tak terdaftar di Kementrian Agama DIY maupun Badan Kesatuan Bangsa (Bakesbang) Kota Yogyakarta. Baik sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang bertugas mengumpulkan zakat, sedekah, infak, maupun menyalurkannya. Di Bakesbang, instansi pemerintah yang mengurusi organisasi masyarakat (ormas) atau kegiatan kemasyarakatan juga tak terdata.

Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag DIY Misbachrudin memastikan, tak ada nama Syam Organizer sebagai LAZ di DIY.

"Di kami tidak ada nama itu. Baik yang sudah mengantongi izin sebagai LAZ maupun baru proses," kata Humas Kementerian Agama Kota Yogyakarta Misbachrudin, dihubungi Senin (5/4/2021).

Dari informasi yang tertera di website syamorganizer.org, lembaga ini mengantongi penetapan dari Kementerian Hukum dan HAM Yayasan Amal Syam Abadi dari notaris Sri Handayani, SH. Mkn No. 34 tanggal qr September 2017. Sedangkan dari Kementerian Hukum dan HAM AHU-AH.01.06-0006744 tahun 2017.

Tapi sejak mengantongi izin badan hukum, Syam Organizer tidak pernah mengurus izin ke Kementrian Agama. Masyarakat pun tidak ada yang melaporkan akan adanya lembaga penghimpun dan penyalur dana kemanusiaan ini. "Saya baru dengar ada lembaga itu," katanya.

Kepala Bakesbang Kota Yogyakarta Budi Santosa memastikan, Syam Organizer tak pernah mengajukan diri ke pihaknya sebagai lembaga atau ormas di bidang kemanusiaan.

"Kami juga kaget begitu mendengar ada lembaga itu (Syam Organizer). Kami buka data tidak ada nama Syam Organizer," jelasnya dihubungi Senin (5/4/2021).

Bakesbang yang juga bagian dari Badan Intelejen Nasional Daerah (Binda) Kota Yogyakarta mengakui, kegiatan Syam Organizer tak terpantau pihaknya. Baik kegiatan sosialnya maupun keagamaan.

"Seharusnya melaporkan jika berkegiatan sosial maupun keagamaan. Kalau memang ada kegiatan di Kota Yogyakarta," katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku senang dengan penangkapan dan pengungkapan Kantor Syam Organizer karena bisa mengantisipasi aksi-aksi teror.

"Saya malah seneng. Dalam arti untuk kencenderungan-kencenderungan terjadi sesuatu (aksi teror) berkurang," kata Sultan yang juga Gubernur DIY diwawancari di Komplek Kepatihan, Kantor Gubernur DIY Seni (5/4).

Simak juga Video: Momen Densus 88 Geledah Ponpes di Sleman

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)