RW Ungkap Syam Organizer Yogya yang Digeledah Densus Ngaku LSM Kemanusiaan

Heri Susanto - detikNews
Senin, 05 Apr 2021 12:09 WIB
Kantor Syam Organizer Yogyakarta digeledah Densus 88 pada Minggu (5/4/2021).
Kantor Syam Organizer Yogyakarta digeledah Densus 88 pada Minggu (5/4/2021). (Foto: Heri Susanto/detikcom)
Yogyakarta -

Densus 88 menggeledah kantor Syam Organizer di Yogyakarta kemarin. Ketua RW lokasi kantor itu berada mengungkap Direktur Syam Organizer Wahyu Hidayat mengaku beraktivitas sebagai kantor LSM Kemanusiaan.

"Saat itu, bilangnya untuk kantor LSM kemanusiaan," kata Ketua RW setempat, Muji Raharjo saat ditemui wartawan, Senin (5/4/2021).

Kantor itu terletak di Kelurahan Kumendaman, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta. Muji mengungkap hal itu disampaikan oleh Wahyu saat mengajukan izin domisili pada tahun 2018 silam. Izin domisili kantor tersebut diajukan hingga ke tingkat kelurahan.

Muji mengatakan, setelah menempati bangunan di Jalan Suryodiningratan Nomor 605, manajemen Kantor Syam Organizer tidak terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Mereka hanya ikut menyumbang saja saat kegiatan Agustusan.

"Rp 50 ribu kalau tidak salah," sebut Muji.

Diberitakan sebelumnya, Muji menyampaikan Direktur Syam Organizer Wahyu Hidayat sempat mendatanginya untuk mengajukan izin domisili pada 14 Agustus 2018.

Muji menjelaskan ada beberapa berkas yang dia tanda tangani saat itu. Salah satunya berkas izin domisili.

"Karena hanya kantor. Tidak mengganggu (kalau) aktivitas perkantoran," kata dia.

Untuk dikethaui, penggeledahan tersebut berlangsung pada Minggu (4/4) pukul 13.30-18.00 WIB. Selama penggeledahan itu sepanjang ruas Jalan Suryodiningratan, Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta ditutup selama lima jam.

Ketua RT setempat, Setyo Karjono, yang ikut menjadi saksi penggeledahan itu mengungkap ada juga seorang perwakilan dari warga yang diminta menjadi saksi.

Dia menerangkan Densus 88 menggeledah semua ruangan yang ada di kantor Syam Organizer yang berlantai dua tersebut. Setyo menyebut semua dokumen yang ada diperiksa dan diangkut oleh Densus 88.

Barang yang disita Densus 88 dari kantor tersebut berupa satu truk penuh berisi dokumen, komputer, laptop, dan kaleng diduga kontak infak.

Simak juga 'Pengakuan Teroris: Rencanakan Penyerangan SPBU Tuntut Rizieq Bebas':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)