Bukan Jam 8, Sultan Instruksikan PKL-Mal Yogya Tutup Jam 10 Malam!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 22 Des 2020 15:22 WIB
Tugu Pal Putih Yogyakarta bebas dari kabel listrik, Rabu (16/12/2020)
Tugu Pal Putih Yogyakarta, Rabu (16/12/2020). (Foto: Agus Septiawan/detikcom)
Yogyakarta -

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengeluarkan instruksi tentang penegakan protokol kesehatan pencegahan virus Corona atau COVID-19 pada saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Dalam instruksi tersebut, jam operasional mal hingga tempat hiburan di DIY selama libur Nataru dibatasi hingga pukul 22.00 WIB, berbeda dengan yang sebelumnya disampaikan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di DIY yakni hingga pukul 20.00 WIB.

"Jadi seperti instruksi Pak Gubernur (DIY) semalam-malamnya jam 22.00 (WIB). Jadi nanti kalau kabupaten kota mengatur kurang dari 22.00 tidak masalah," kata Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (22/12/2020).

Aji menyebut Pemda DIY akan mengambil tindakan tegas bagi para pelanggar protokol kesehatan.

"Sehingga tidak boleh melebihi jam 22.00, nanti kalau ada ya Satpol PP dan petugas satgas akan mengamankan," ujarnya.

"Jadi yang tidak boleh buka lebih dari jam 22.00 adalah event-event, mal dan tempat hiburan. Begitu juga dengan PKL juga tidak boleh (lebih dari jam 10 malam)," imbuh Aji.

Menyoal perbedaan kebijakan dengan pemerintah pusat yang meminta tempat hiburan tutup pukul 20.00 WIB, serta pernyataan Koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY Noviar Rahmad pada Senin (21/12) soal pembatasan operasional mal sampai pukul 20.00 mulai 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021, Aji mengaku karena kondisi di Yogyakarta relatif terkendali.

Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji.Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)

"Ya dengan pertimbangan bahwa kabupaten kota sudah ada aturannya dan tingkat kerawanan DIY sampai 22.00 masih terkendali. Yang penting semua tempat tidak boleh lebih 22.00, itu menyasar tempat hiburan, mal," katanya.

"Jadi kalau di jalan tidak dibatasi jam 22.00. Kalau diatur orang tidak boleh lebih jam 22.00 di jalan nanti jadi seperti jam malam," lanjut Aji.

Instruksi Gubernur DIY Nomor 7/INSTR/2020 tentang penegakan protokol kesehatan pencegahan Corona virus disease 2019 pada saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ditandatangani oleh Sultan HB X pada hari ini:

Dalam instruksi itu terdapat enam poin, yakni:

- Memperketat operasi yustisi/non yustisi untuk memastikan pelaksanaan isolasi
terpusat dan protokol kesehatan.
- Mencegah kegiatan sosial yang berpotensi mengumpulkan orang banyak.
- Memperketat pembatasan sosial dengan memberlakukan pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan/mal, warung makan, rumah makan, kafe, restoran, bioskop, tempat hiburan, dan tempat wisata dengan pelaksanaan jam operasional mulai Pukul 09.00 WIB sampai dengan Pukul 22.00 WIB mulai tanggal 24 Desember 2020 s/d 8 Januari 2021.
- Memperketat protokol kesehatan di rest area, tempat parkir, hotel dan tempat wisata.
- Optimalisasi pemanfaatan isolasi terpusat
- Mewajibkan kepada Pengelola Hotel/Penginapan dan Ketua RT/RW sebelum menerima tamu dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta untuk meminta hasil rapid test antigen/swab antigen/swab PCR dengan hasil negatif paling lama H-7.

Tonton video 'Siap-siap! Liburan Natal-Tahun Baru Bakal Ada Syaratnya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, kata Gugus Tugas COVID-19 DIY soal pembatasan jam operasional mal...

Selanjutnya
Halaman
1 2