Hanya Posting Visi Misi Istri Bupati, KPU Sleman Buka Suara

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 16:10 WIB
Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi
Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom
Sleman -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman memberikan klarifikasi soal posting-an di akun Twitter @KPUSleman yang hanya menampilkan materi dari satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati saja, yakni paslon nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi menjelaskan sesuai aturan KPU memiliki kewajiban untuk sosialisasi tahapan pemilihan. Optimalisasi sosialisasi dilakukan di media sosial resmi KPU yang meliputi laman website, Facebook, Instagram, Twitter, YouTube dan media sosial lainnya.

Trapsi menjelaskan bahwa dirinya telah menerima aduan dari masyarakat yang mempertanyakan soal unggahan itu. Ia menyebut bahwa materi yang diunggah KPU dalam akun Twitter KPU Sleman tidak utuh.

"Pada dini hari tanggal 14 November 2020, KPU Kabupaten Sleman menerima berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait konten video Sosialisasi Visi Misi dan Program Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman tahun 2020 di platform media sosial Twitter milik KPU Kabupaten Sleman yang terunggah tidak utuh," kata Trapsi dalam keterangannya, Sabtu (14/11/2020).

Ia menjelaskan, sosialisasi berupa video yang memuat Visi, Misi dan Program Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020 tersebut diunggah pada hari Jumat tanggal 13 November 2020 pukul 13.00 WIB.

"Bahwa konten video tersebut selain diunggah di Twitter, juga diunggah di platform media sosial Facebook, Instagram dan YouTube resmi KPU Kabupaten Sleman," paparnya.

Ia menegaskan konten yang diunggah di media sosial seperti Facebook dan Instagram serta YouTube dapat terunggah secara utuh. Artinya menampilkan semua paslon.

"Konten video sosialisasi yang ditayangkan diFacebook, Instagram dan YouTube terunggah secara utuh," sebutnya.

Setelah diketahui adanya masalah pada konten di Twitter tersebut, KPU Sleman kemudian rnenghapusnya pada pukul 04.25 WIB.

"Kami hapus pada 04.25 WIB dengan tujuan agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda dan informasi yang kurang tepat," jelasnya.

Trapsi menegaskan jika KPU Sleman akan menelusuri konten video yang terunggah tidak utuh di Twitter KPU Sleman tersebut dan dikoordinasikan dengan pihak yang berkompeten di bidang teknologi informasi.

Selanjutnya, KPU juga meminta maaf kepada semua pihak atas kejadian ini. Ia juga memastikan bahwa KPU Sleman dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 akan berlaku secara transparan, independen dan berintegritas.

"KPU Sleman memohon maaf kepada semua pihak dan masyarakat atas ketidaknyamanan ini, dan KPU Kabupaten Sleman selalu berkomitmen untuk menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020 secara transparan, independen dan berintegritas," imbuhnya.

Simak juga video 'Bawaslu Paparkan Potensi Pelanggaran di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



Halaman berikutnya, Bawaslu Sleman memanggil Ketua KPU Sleman untuk dimintai klarifikasi...