Bawaslu Cek Postingan KPU Sleman yang Hanya Unggah Visi Misi Istri Bupati

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2020 15:51 WIB
poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono)
Sleman -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman memanggil Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman untuk meminta klarifikasi terkait unggahan materi sosialisasi kampanye di akun Twitter KPU Sleman. Diketahui, akun Twitter KPU Sleman sempat mengunggah materi sosialisasi kampanye yang hanya menampilkan paslon nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa.

Materi itu diunggah KPU Sleman di akun Twitter @KPUSleman. Dalam posting-annya, menayangkan gambar, program, visi serta misi paslon nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa. Diketahui, Kustini adalah istri Bupati Sleman saat ini, Sri Purnomo.

Akan tetapi posting-an tersebut pada Sabtu (14/11) siang sudah dihapus. Namun tangkapan layar foto dan video posting-an itu beredar di aplikasi perpesanan.

"Halo #sobatpemilih, Sudah tahu visi misi Calon Pemimpin Sleman pilihanmu?

Kenali dan cermati Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman pilihanmu melalui visi misi dan program mereka dan pastinya datang ke TPS 9 Desember 2020 gunakan hak pilihmu," begitu isi tulisan pada posting-an akun @KPUSleman, seperti dalam tangkapan layar foto dan video yang dilihat detikcom.

Tangkapan layar video postingan akun Twitter KPU Sleman yang hanya menampilkan paslon nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa.Tangkapan layar video postingan akun Twitter KPU Sleman yang hanya menampilkan paslon nomor urut 3 Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa. Foto: Istimewa

Bawaslu Sleman telah mendapati laporan terkait hal tersebut. Bahwa materi sosialisasi paslon dalam bentuk video yang ditayangkan di Twitter KPU Sleman tersebut hanya memuat gambar, visi, misi, dan program salah satu paslon.

Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar, mengatakan telah mendapati laporan terkait penayangan video itu. Pihaknya pun telah memanggil KPU Sleman untuk melakukan klarifikasi.

"Bahwa Bawaslu Kabupaten Sleman hari ini memanggil Ketua KPU Kabupaten Sleman untuk memberikan keterangan terkait hal tersebut di kantor Bawaslu Kabupaten Sleman," kata Arjuna kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020).

Keputusan mengenai ada tidaknya dugaan pelanggaran atas penayangan materi sosialisasi paslon di akun Twitter KPU Sleman, menurut Arjuna, akan diputuskan dalam rapat pleno Bawaslu Sleman.

"Keputusan ada tidaknya dugaan pelanggaran atas penayangan materi sosialisasi paslon Bupati dan Wakil Bupati Sleman Tahun 2020 di akun Twitter KPU Kabupaten Sleman (@KPUSleman) akan diputuskan dalam rapat pleno Bawaslu Kabupaten Sleman setelah mendapatkan informasi dan bukti yang cukup berdasarkan hasil penelusuran," jelasnya.

Tonton video 'Bawaslu Paparkan Potensi Pelanggaran di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]




(rih/rih)