Terpopuler Sepekan di Yogya: Corona di Ponpes-Balita Dihabisi Pacar Ibu

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 16:48 WIB
Selain Malioboro dan Titik Nol Kilometer, Tugu Pal Putih Yogyakarta menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan.
Ilustrasi ikon Kota Yogya (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Berita soal penularan virus Corona (COVID-19) di pondok pesantren (Ponpes) di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi perhatian pembaca selama sepekan terakhir. Tak hanya itu, penganiayaan balita hingga tewas oleh pacar ibunya juga menjadi perhatian.

Kasus Corona di Ponpes di kawasan Sleman, berawal dari ponpes yang berlokasi di Kapanewon Ngaglik dan Prambanan. Pada kasus awal ditemukan 47 santri yang terkonfirmasi positif COVID-19 kini menjadi 105 orang.

Kemudian tragedi pilu 'lubang buaya' penghabisan Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono saat Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) hingga balita yang meregang nyawa gegara dibunuh pacar ibunya juga menjadi perhatian pembaca.

Berikut 5 berita terpopuler di Yogya yang dirangkum detikcom:

1. Penularan Corona di Ponpes Sleman

Kasus Corona di Ponpes di kawasan Sleman, berawal dari ponpes yang berlokasi di Kapanewon Ngaglik dan Prambanan. Pada kasus awal ditemukan 47 santri yang terkonfirmasi positif COVID-19.

"Ada 47 santri. Enam orang santri ponpes di Prambanan dan 41 orang merupakan santri di daerah Ngaglik," kata Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo saat ditemui di kantornya, Sleman, Selasa (29/9/2020).

Dari temuan itu dilakukan tracing kepada kontak erat kasus. Tracing terus dilakukan hingga diambil keputusan menutup sementara area Ponpes.

Tak hanya di situ, kasus penularan COVID-19 kembali ditemukan di Ponpes yang berada di Kapanewon Ngaglik. Sehingga total ada tiga Ponpes yang menjadi penularan Corona di wilayah Sleman.

"Ada tiga, dua ponpes di Ngaglik dan satu di Prambanan. Kemudian ada penambahan satu positif sehingga total ada 48 santri yang positif COVID-19," kata Joko kepada wartawan di Sleman, Rabu (30/9).

Satu kasus positif Corona ini merupakan pelaku perjalanan keluar daerah. Yang bersangkutan merupakan pendatang. Tracing kembali dilakukan hingga ditemukan penambahan kasus baru.

Dari semua tracing ditemukan lagi kasus santri positif Corona. Data teranyar pada Sabtu (3/10) kemarin, penambahan kasus positif menjadi 105 orang.

"Ada 43 kasus positif, 38 di Ngaglik dan lima di Prambanan," kata Joko, Sabtu (3/10) kemarin.

Joko menyebut kasus penularan di dua ponpes ada kemungkinan menjadi klaster.

"Yang tidak bisa disebut klaster yang di Ngaglik (ponpes kecil) karena hanya ada satu kasus dan berhenti. Yang dua (ponpes) lainnya mungkin akan menjadi klaster. Tapi mudah-mudahan tidak kalau bisa segera diblokir," sambungnya.

Dengan tambahan kasus ini, total dari santri positif di tiga ponpes Sleman mencapai 105 orang.

"Ponpes besar Ngaglik ada 93, kemudian Ngaglik yang satunya ada satu kasus dan Prambanan 11 kasus," paparnya.

2. 'Lubang Buaya' Tempat Brigjen Katamso dan Kol Sugiyono Dihabisi

Sebuah lubang di Kompleks Batalyon 403 menjadi saksi bisu gugurnya dua pimpinan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta. Brigjen (anumerta) Katamso Darmokusumo dan Kolonel (anumerta) Sugiyono dihabisi oleh sejumlah oknum yang bersimpati pada gerakan Gerakan 30 September (G30S).

Lubagn berbentuk persegi panjang dengan kedalaman 70 sentimeter itu terletak di bawah bangunan berarsitektur Jawa. Lokasi lubang itu berada diompleks Museum Monumen Pahlawan Pancasila di Desa Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta.

Tonton juga 'Gaduh PKI di Ujung September':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4