Polisi Tetapkan Tersangka Kecelakaan Maut Tol Boyolali yang Tewaskan 3 Orang

Ragil Ajiyanto - detikNews
Senin, 21 Sep 2020 17:27 WIB
Kondisi mobil korban kecelakaan maut di Tol Boyolali, 8/9/2020
Kondisi mobil korban kecelakaan maut di Tol Boyolali, Selasa (8/9/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Polisi menetapkan sopir mobil Honda CRV dalam kecelakaan maut di tol Boyolali sebagai tersangka. Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan itu mengakibatkan tiga orang tewas.

"Perkembangan penanganan kecelakaan lalu lintas di jalan tol kilometer 485, sejauh ini kami sudah melaksanakan gelar perkara. Hasilnya sudah mengerucut dengan menetapkan tersangka yaitu pengemudi mobil Honda CRV," kata Kanit Laka Satlantas Polres Boyolali Ipda Utomo di kantornya, Senin (21/9/2020).

Utomo menyatakan, pihaknya sudah melakukan gelar perkara untuk proses hukum kasus kecelakaan di jalan tol Semarang-Solo KM 485, Dukuh Jambean, Desa Mojolegi, Kecamatan Teras, Boyolali itu. Gelar perkara itu bertujuan untuk meyakinkan penyidik dalam langkah ke depan proses hukum kasus tersebut.

Dari alat-alat bukti yang dikumpulkan, baik keterangan saksi-saksi, olah TKP maupun bekas-bekas yang ditinggalkan dan ditemukan di TKP, RDE (46), pengemudi mobil Honda CRV L 1225 I ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan untuk pengemudi mobil sedan Mercedes Benz, B 2626 HS, Dadang Setyawan (41), statusnya masih sebagai saksi. Polisi belum bisa memintai keterangan Dadang warga Kota Semarang itu.

"Kemudian untuk perkembangan berikutnya, kami juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi mobil sedan Mercedes Benz, yang mana sampai saat ini belum bisa kami mintai keterangan karena yang bersangkutan masih dalam kondisi sakit dan masih berkabung, karena anaknya juga menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut," jelas Utomo.

Sementara itu untuk sopir Honda CRV yang telah ditetapkan sebagai tersangka, lanjut Utomo, proses hukumnya dihentikan. Hal ini dikarenakan yang bersangkutan meninggal.

"Jadi untuk kelanjutan proses hukum ini, karena yang kita tetapkan tersangka ini kondisi meninggal dunia (sopir CRV), ini juga ada aturan yaitu sesuai pasal 77 KUHP, karena tersangka meninggal dunia otomatis proses hukumnya dihentikan," ungkap Utomo.

Selanjutnya
Halaman
1 2