Heboh Chat Dosen 'Kok Kamu Atur Saya', Psikolog Bagi Tips Hadapi Miskomunikasi

Kristina - detikNews
Kamis, 20 Agu 2020 18:48 WIB
Tangkapan layar medsos chat dosen Kok kamu atur saya, Kamis (20/8/2020).
Chat dosen 'kok kamu atur saya', Kamis (20/8/2020). (Foto: Tangkapan layar medsos Twitter akun @collegemenfess)
Yogyakarta -

Percakapan lewat media sosial WhatsApp (WA) antara dosen dan mahasiswa yang diduga miskomunikasi ramai jadi perbincangan di Twitter. Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Faturochman membagi tips untuk mengatasi kesalahpahaman dalam berkomunikasi salah satunya dengan memberikan jeda waktu.

Kesalahpahaman dalam memaknai pesan bisa terjadi antara keduabelah pihak. Baik dari generasi muda ke generasi tua atau sebaliknya. Hal tersebut karena adanya perbedaan cara berkomunikasi dari masing-masing generasi.

"Dari generasi muda ke generasi yang tua itu bisa terjadi miskomunikasi, tapi juga dari generasi tua ke generasi muda juga bisa. Karena cara berkomunikasinya berbeda," kata Prof Faturochman saat dihubungi detikcom, Kamis (20/8/2020).

Faturochman menjelaskan, isi komunikasi juga dapat menjadi pemicu timbulnya miskomunikasi. Kompleksitas substansi pesan akan sulit dikembangkan jika dilakukan dengan media.

"Konsultasi itu bukan sesuatu yang gampang. Kompleksitasnya akan sulit dikembangkan melalui WA. Bahkan lewat Zoom, lewat meet," katanya.

Faturochman menyebut media belum sepenuhnya bisa menggantikan pertemuan tatap muka terlebih untuk membicarakan hal-hal yang detail. Sementara itu, faktor psikologis juga berpengaruh terhadap komunikasi yang sedang dibangun.

"Kita ini semua berada dalam kondisi cemas. Kita memiliki kecemasan yang tertekan, tersimpan, atau pura-pura tidak disadari. Nah itu konteksnya. Jadi itu akan membuat komunikasi itu jadi tidak mudah," tuturnya.

Untuk dapat meminimalisir terjadinya miskomunikasi akibat hal-hal di atas, Faturochman memberikan beberapa tips. Yang pertama, baik dosen maupun mahasiswa seyogyanya bisa saling memahami masalah antar generasi. Yang kedua, belajar untuk memperbaiki karena semuanya membutuhkan waktu.

"Substansi juga dilihat, makin kompleks substansinya juga perlu mempelajari. Mengangkat substansi menjadi lebih mudah dipahami," lanjutnya.

Ketiga, memahami kondisi terutama masalah psikologis yang saat ini dialami akibat pandemi COVID-19. Keempat, ketika terjadi ketegangan dalam komunikasi, ada baiknya untuk berhenti sebentar dengan memberikan jeda waktu. Hal tersebut juga dapat membantu untuk menjaga komunikasi.

Tonton video 'Rentan Bahaya, Ini 5 Langkah Lindungi Chat WhatsApp':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2