Banyak Sitaan Rokok Ilegal di Jepara, Ini Penyebabnya

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 14:11 WIB
Kantor Bea Cukai Kudus  Jl. AKBP Agil Kusumadya, Jati Kulon Krajan, Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus
Foto: Kantor Bea Cukai Kudus (Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Bea Cukai Kudus menyebut mayoritas penindakan peredaran rokok ilegal ada di wilayah Jepara. Hal ini ternyata tak lepas dari banyak perusahaan rokok skala kecil di Kota Ukir Jepara.

"Memang di Jepara termasuk wilayah kerja Bea Cukai Kudus. Untuk penindakan kita banyak dari Jepara, ada 90 persen. Di Kudus ada tapi hanya beberapa saja. Dulu perusahaan rokok yang kami data ada sekitar 2 ribu perusahaan skala kecil (di wilayah Robayan)," kata Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kudus, Dwi Prasetyo Rini saat ditemui detikcom di kantornya Jl. AKBP Agil Kusumadya, Jati Kulon Krajan, Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, Kamis (13/8/2020).

Untuk diketahui Bea Cukai Kudus membawahi wilayah Jepara, Kudus, Rembang, Pati, dan Blora. Rini menjelaskan dari ribuan perusahaan skala kecil itu, banyak yang akhirnya tutup. Namun, kemampuan warga sekitar sudah terlatih untuk melinting rokok.

"Sekarang tinggal 100 perusahaan saja, karena ketentuan seperti luas kawasan minimal 200 meter persegi, hingga akhirnya tinggal 100 perusahaan. Kemudian mereka (warga ini) sudah memiliki keahlian untuk melinting rokok bahkan keahlian mereka lebih dari rata-rata," jelas Rini.

Rini menyebut produksi rokok ilegal bukan sepenuhnya dari Jepara. Ada yang datang dari luar Jepara, dan selanjutnya rokok ilegal itu dikemas dari dikirim dari Jepara.

"Jepara sendiri itu barangnya tidak semua full dari Jepara, ada juga batangan dari Jawa Timur, yang dikirim di Jepara. Dulu ya secara histori, dulu di Robayan (Kecamatan Kalinyamatan, Jepara) itu banyak perusahaan rokok kecil," jelas Rini.

"Jadi orang setempat di sana sudah biasa mengemas dan melinting. Kemudian yang rokok ilegal itu mereka dapat sudah bentuk batangan. Kemudian mereka ini mengemas istilahnya nyontong. Nah nyontong sudah dipak (bungkus) itu kemudian dikirim," ujar dia.

Rini menyebut pengemasan rokok itu seharusnya dilakukan di pabrik. Namun yang terjadi pengemasan rokok ilegal ini dilakukan di rumah warga sehingga tidak dilekati pita cukai.

"Mengemas di pabrik, keluar dari pabrik sudah ada pita cukainya. Jadi dikemas di rumah-rumah banyak di rumah, setelah dikemas langsung dibawa. Seperti ada pemodal kasih batangan rokok," terangnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2