Mengenang Guru Besar UGM Cornelis Lay, Pemikir Nasionalis yang Bersahaja

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 12:40 WIB
Guru Besar UGM, Cornelis Lay.
Foto: Guru Besar UGM, Cornelis Lay. (Dok Humas UGM)
Yogyakarta -

Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Prof Cornelis Lay, berpulang pagi tadi. Sosoknya dikenal nasionalis dan bersahaja.

"Almarhum Prof Cornelis Lay merupakan salah satu tokoh yang dimiliki UGM. Kami merasa sangat kehilangan atas wafatnya beliau dan berduka cita yang mendalam," kata Rektor UGM, Prof Panut Mulyono melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (5/8/2020).

Panut mengatakan, Cornelis Lay telah berkontribusi besar bagi UGM dan bangsa Indonesia. Tak hanya itu, Panut mengenangnya sebagai sosok yang sangat nasionalis.

"(Prof Cornelis Lay) adalah sosok yang nasionalis dan bersahaja," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Dekan Fisipol UGM, Prof Erwan Agus Purwanto, menyampaikan rasa sangat kehilangan atas berpulangnya Prof Cornelis Lay. Menurutnya, Cornelis Lay merupakan sosok pemikir nasionalis.

"Wafatnya beliau jelas membuat kami kehilangan tokoh pemikir nasionalis, karena beliau ini orangnya sangat nasionalis ya," ucapnya saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Rabu (5/8/2020).

"Selain itu, di Fisipol beliau dikenal ringan mengirimkan ucapan selamat hari besar keagamaan untuk teman-teman yang muslim meskipun beliau non muslim. Tapi selalu tidak pernah lupa beliau mengirimkan pesan-pesan tidak hanya di grup tapi satu persatu secara pribadi dia kirimkan ucapan itu," imbuh Erwan.

Dia mengungkapkan Prof Cornelis Lay yang juga biasa dipanggil Mas CL oleh rekan-rekannya adalah sosok yang memiliki dedikasi tinggi untuk para mahasiswa dan dosen-dosen di Fisipol UGM.

"Beliau ini memang sosok luar biasa yang kami kagumi sebagai guru anak-anak muda. Beliau adalah guru yang berdedikasi, yang serius kalau mengajar, menularkan ilmunya untuk mahasiswa," katanya.

Lanjutnya, almarhum juga selalu mengingatkan kepada para dosen jika mahasiswa-mahasiswa Fisipol itu berhak mendapatkan ilmu terbaik dari kampus UGM. Selain itu, almarhum terkenal sangat terbuka kepada dosen-dosen muda.

"Nah, beliau ini juga sahabat bagi semua orang, tidak hanya beri nasihat ke anak-anak muda untuk jadi dosen, peneliti yang baik, tapi beliau juga gampang mengulurkan tangan membantu kalau yang muda-muda butuh input tulisan, mereview jurnal," katanya.

Tak hanya itu, Erwan mengungkap Cornelis Lay sedang sangat concern untuk menulis jurnal dalam lima tahun terakhir. Tak hanya itu, selama kurun waktu tersebut, Cornelis Lay mendedikasikan waktunya untuk membantu generasi muda di Fisipol UGM.

Selanjutnya
Halaman
1 2