Terpopuler di Jateng: Harta Karun Emas Puluhan Kg-Viral Lamaran Bak Sultan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 13:44 WIB
Foto perhiasan emas temuan di rumah situs Wonoboyo, Klaten, Minggu (19/7/2020).
Foto: Foto perhiasan emas temuan di rumah situs Wonoboyo, Klaten, Minggu (19/7/2020). (Achmad Syauqi/detikcom)
Yogyakarta -

Kisah penemuan harta karun emas puluhan kilogram di Klaten pada Oktober 1990 silam menyita perhatian pembaca dalam sepekan. Tak hanya itu, ada juga kisah pencopotan sekretaris F-PKS gegara baju Gibran hingga lamaran bak 'sultan' dengan seserahan mobil hingga perabot rumah juga jadi perhatian pembaca.

Berikut rangkumannya:


1. Kisah Temuan Harta Karun Emas Puluhan Kilogram di Klaten
Puluhan kilogram emas diduga peninggalan era Mataram kuno itu ditemukan enam orang petani di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Perhiasan emas itu ditemukan saat mereka tengah menggali pasir uruk.

Ada empat guci yang kala itu ditemukan oleh Widodo, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip, Sumarno, dan Sudadi. Masing-masing guci itu berisi perhiasan emas berupa gelang, tas, badhong, mahkota, hingga mangkuk.

"Tanahnya berpasir halus. Dulu mungkin kena lahar gunung sekian tahun sebab di atas tanah sudah keras tapi di bawah gembur pasir," kata salah seorang penemu emas itu, Surip saat ditemui detikcom di rumahnya, Selasa (28/7/2020) siang.

Aneka harta karun emas itu pun lalu diserahkan Surip dkk ke kepala desa. Alasannya kala itu mereka merasakan hawa tak enak dari temuan itu.

"Gampangnya masih ada perbawa (aura) barang itu. Hawa barang itu tidak enak, mungkin karena buatan zaman dulu dan kami tidak berani," ujar penemu emas lainnya, Widodo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/7).

Kisah penemuan emas itu pun juga menyisakan misteri. Salah seorang di antaranya, Sudadi, mengaku melihat cahaya di sisi timur desa pada dini hari. Selain itu, ada pula cerita yang menyebut tanah lokasi penemuan emas artefak Mataram kuno itu terasa panas. Atas temuan itu, masing-masing petani kala itu mendapatkan hadiah senilai Rp 18 juta.

Kades Wonoboyo Kecamatan Jogonalan, Supardiyono mengungkap barang berharga yang ditemukan di wilayah itu 30 tahun silam beratnya mencapai puluhan kilogram.

"Barang aslinya di Museum Nasional. Ada yang bilang 30 kg, ada 27 kg ada 35 kg dan di beberapa literatur berbeda dan itu yang hanya wujud emas saja, sedangkan perak dan tembaga tersebar tidak dihitung," tutur Supardiyono.

Diwawancara detikcom secara terpisah, Pamong Budaya Madya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jateng Deny Wahju Hidajat menyebut temuan di Desa Wonoboyo itu terdiri dari berbagai jenis benda. Di antaranya kelat bahu, gelang, hingga mahkota.

Benda-benda itu, kata Deny, digunakan sebagai perhiasan hingga alat upacara. Selain itu, lokasi penemuan emas itu diduga sebagai permukiman pejabat kerajaan.

"Iya permukiman kuno. Dimungkinkan juga (permukiman) pejabat kerajaan," ujar Deny kepada detikcom, Senin (27/7).

Hal itu jadi dugaan karena ada batu bata dan blok batu kapur di lokasi penemuan harta karun ini. Selain itu, Deny mengungkap diduga temuan itu berkaitan dengan situs candi di Desa Dompyongan, Klaten.

Perhiasan emas puluhan kilogram itu pun kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagai master piece peninggalan abad 8-9 M. Sementara di Desa Wonoboyo kini didirikan rumah situs. Foto-foto perhiasan emas yang menjadi temuan dan keterangan benda itu dipajang di rumah situs tersebut.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3