Round-Up

8 Fakta Tak Terduga di Balik Temuan Puluhan Kg Emas di Klaten

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 31 Jul 2020 12:41 WIB
Foto benda-benda emas yang ditemukan di Klaten pada 1990.
Foto salah satu temuan harta karun yang ditemukan di Klaten pada 1990. (Achmad Syauqi/detikcom)
Yogyakarta -

Penemuan puluhan kilogram perhiasan serta benda-benda dari emas dan perak di Klaten pada 1990 silam masih menarik diulas. Dari kesaksian para penemunya, sejumlah fakta terungkap di balik penemuan spektakuler tersebut.

1. Ditemukan 6 petani pada Oktober 1990

Enam orang yang berprofesi petani menggali tanah uruk menemukan empat guci yang berisi perhiasan dan berbagai benda terbuat emas serta perak pada 17 Oktober 1990. Lokasi penemuan saat itu berupa sawah di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten. Empat guci tersebut terdiri dari dua guci kecil dan dua guci besar. Temuan itu membuat heboh warga.

Keenam orang penemu harta karun itu yakni Widodo, Wito Lakon, Hadi Sihono, Surip, Sumarno, dan Sudadi. Mereka langsung melaporkan temuan itu kepada pemerintah desa.

2. Para petani Penemu Harta Karun Dihadiahi Rp 18 Juta

Atas temuan spektakuler itu, enam orang penemunya saat itu menerima penghargaan dari pemerintah berupa uang masing-masing Rp 18 juta pada tahun 1991. Para penemu mengungkap uang yang diterimanya saat itu dibelikan tanah dan membangun rumah.

"Uang sekitar Rp 18 juta diserahkan saat peresmian rehab candi di Prambanan. Saya gunakan membeli tanah sampai sekarang masih ada," ujar salah seorang penemu, Surip.

Perhiasan emas yang ditemukan di Desa Wonoboyo, Jogonalan, Klaten.Perhiasan emas yang ditemukan di Desa Wonoboyo, Jogonalan, Klaten pada 1990 silam. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

3. Ada Cahaya Misterius Sebelum Penemuan Harta Karun

Sudadi mengaku sempat melihat cahaya atau ndaru di langit sebelah timur desa sebelum dia dan teman-temannya menemukan puluhan kilogram emas. Cahaya itu dilihatnya pada dini hari. Sudadi menyebut dia tak punya firasat apapun usai melihat cahaya itu.

4. Warga Rasakan Hawa Tak Enak dari Harta Karun Itu

Widodo mengungkap dia merasakan hawa tak enak dari benda-benda yang ditemukannya saat itu. Dia dan teman-temannya saat itu merasa takut sehingga langsung melaporkannya kepada pemerintah desa.

"Gampangnya masih ada perbawa (aura) barang itu. Hawa barang itu tidak enak, mungkin karena buatan zaman dulu dan kami tidak berani," ujar Widodo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/7).

Selanjutnya
Halaman
1 2