Disetop Polisi, Ini Perjalanan Kasus Syekh Puji Dituding Nikahi Bocah 7 Tahun

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 16:44 WIB
s
Foto: Syekh Puji (dok detikcom)
Yogyakarta -

Pujiono Cahyo Widianto atau Syekh Puji kembali bikin heboh gegara dikabarkan menikahi bocah berusia 7 tahun. Namun, kasus ini dihentikan karena polisi tak menemukan bukti adanya pencabulan atau persetubuhan.

Kasus ini bermula kala Syekh Puji dilaporkan ke polisi oleh Ketua Komnas Perlindungan Anak Jateng Endar Susilo. Laporan terkait Syekh Puji ini juga dilaporkan ke Mabes Polri oleh Wahyu Dwi. Laporan ini diproses Polda Jawa Tengah sejak April 2020.

"Kasus Syekh Puji memang sudah diproses oleh Ditreskrimum Polda Jateng," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar F Sutisna saat dimintai konfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (1/4/2020).

Iskandar menyebut Syekh Puji dipolisikan dengan tuduhan pencabulan. Polisi pun memeriksa sejumlah saksi dan melakukan visum terhadap bocah itu.

"Yang dilaporkan oleh pelapor adalah pencabulan dari pernikahan dini," jelas Iskandar.

Terkait tudingan ini, Syekh Puji pun angkat bicara. Syekh Puji membantah menikahi bocah berusia 7 tahun dan menyebut ada motif duit di balik laporan polisi tersebut.

"Bahwa permasalahan ini berawal dari adanya skenario permintaan uang kepada saya sejumlah Rp 35 miliar disertai dengan ancaman akan membuat berita tentang saya menikah lagi dengan anak di bawah umur berusia 7 tahun yang dipastikan akan viral karena info yang bersumber dari salah satu keluarga besar saya pasti akan dipercaya," jelas Syekh Puji dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, (2/4) lalu.

Syekh Puji pun mengaku diancam akan dilaporkan menikahi anak berusia 7 tahun karena tak mengabulkan permintaan duit Rp 35 miliar dari pihak tersebut. Dia menyebut permintaan uang itu dilakukan oleh sejumlah oknum di keluarganya dan yang mengaku dekat dengan pers maupun polisi di Jawa Tengah.

"Bahwa saya kemudian diadukan ke Kepolisian Daerah Jawa Tengah karena menolak untuk memberikan uang yang diminta tersebut di atas," terangnya.

Tiga bulan berselang, Polda Jawa Tengah mengumumkan penyelidikan kasus ini dihentikan. Polisi menyebut tak cukup alat bukti terkait pernikahan Syekh Puji dan bocah berusia 7 tahun itu.

"Kasus atau pengaduan Endar di Jateng dan Wahyu di Mabes Polri tidak ada barang buktinya. Untuk berikan kepastian hukum, penyelidikan kita hentikan. Tapi tidak tertutup kemungkinan ada novum baru atau bukti baru kita akan buka kembali," kata Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Tengah AKPB Sunarno di kantornya, Semarang, Kamis (16/7).

Selanjutnya
Halaman
1 2