Pemerintah kembali memperpanjang PPKM wilayah Jawa-Bali selama sepekan ke depan. Pada periode ini, Kota Sukabumi naik level menjadi level 2 setelah sebelumnya berada di level 1.
Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 6 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa-Bali yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada 31 Januari 2022 seperti dilihat detikcom, Rabu (2/1/2022). Inmendagri ini berlaku hingga 7 Januari 2022.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih mengatakan naiknya level PPKM karena ada peningkatan temuan kasus COVID-19 selama satu bulan terakhir. Hal itu, kata dia, berkenaan dengan pelonggaran kegiatan masyarakat seperti pembelajaran tatap muka 100 persen dan pembukaan tempat wisata.
"Kita sekarang ceritanya mau tidak mau kita harus menerima sebuah konsekuensi," kata Rita kepada detikcom, Rabu (2/1/2022).
Baca juga: Konser Tri Suaka di Subang Tak Berizin! |
Meski begitu, kata dia, peningkatan kasus COVID-19 di Sukabumi masih dapat terkendali. Dari 28 orang yang positif COVID-19, dua mendapatkan perawatan dan lainnya menjalani isolasi mandiri.
"Tapi Alhamdulillah terjadinya kenaikan kasus cukup lumayan ini di Kota Sukabumi saat ini terakhir 28, yang dirawat hanya dua itupun dengan komorbid. Alhamdulillah bisa terkendali dengan baik," ujarnya.
Lebih lanjut, Bad Occupancy Rate (BOR) rumah sakit penanganan COVID-19 pun menurutnya masih terkendali yaitu dari kapasitas Kota dan Kabupaten Sukabumi sebanyak 350 tempat tidur yang terisi hanya lima.
Menanggapi peningkatan kasus COVID-19, pihaknya akan menggencarkan vaksinasi karena terbukti dapat mengendalikan penyebaran dan mengurangi tingkat kematian. Dia mengatakan, saat ini sedang dilakukan kajian epidemiologi untuk menetapkan kebijakan terkait adanya pembatasan kegiatan masyarakat atau tidak.
"Untuk skema pembatasan nanti Satgas yang menetapkan. Ada beberapa hal yang dipertimbangkan terutama oleh Pak Walikota selaku Pimpinan Daerah baik aspek pendidikan, ekonomi. Kita sekarang lagi membuat kajian epidemiologi tentang peningkatan kasus ini, mau bagaimana nanti kita akan segera rapatkan," kata dia.
Simak video 'Dunia Diamuk Omicron: Kematian Akibat Covid-19 Naik 9 Persen!':
(mso/mso)