Polisi Bongkar Investasi Bodong Senilai Rp 5,7 M di Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 15:21 WIB
Investasi Bodong di Tasikmalaya
Polisi tangkap tersangka kasus investasi bodong. (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom)
Tasikmalaya -

Polres Tasikmalaya Kota membongkar kasus investasi bodong yang menyebabkan total kerugian senilai Rp 5,7 miliar dengan jumlah korban 300 orang. Kasus ini melibatkan tiga tersangka yakni Livia Anggraeni (22), Rivaldi Muhsin (22) dan Evi Lestariani (22).

Livia dan Rivaldi merupakan sepasang kekasih dan masih berstatus sebagai mahasiswa. Keduanya kini mendekam di tahanan Polres Tasikmalaya Kota. Sementara Evi tidak ditahan lantaran baru melahirkan dan harus menyusui bayi.

"Hanya dua yang kami tahan, seorang lainnya tidak karena baru melahirkan. Dengan alasan kemanusiaan dan objektivitas penyidik, dia tidak ditahan," kata Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kuniawan didampingi Paur Humas Ipda Jajang Kurniawan, Selasa (19/1/2022).

Aszhari memaparkan awal kasus ini terjadi pada September 2021 lalu. Livia ketika itu menawarkan investasi kepada salah satu korban. Modus dilakoni pelaku yakni mengajak korban berinvestasi dengan iming-iming keuntungan 40 persen. Konon investasi itu bergerak dalam bidang usaha koperasi simpan pinjam.

Ternyata mahasiswa dan warga yang tertarik cukup banyak. Jumlahnya mencapai 300 orang, dengan nilai investasi bervariasi.

"Yang paling kecil nilainya Rp 1 juta dan yang terbesar Rp 60 juta. Total uang yang terkumpul Rp 5,7 miliar," kata Aszhari.

Uang yang disebut sebagai dapin alias dana pinjaman itu dikumpulkan di rekening Livia dan Rivaldi. Kemudian diserahkan ke tersangka Evi.