Deretan Kasus Prank di Bandung yang Bikin Geger

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 20 Nov 2021 17:27 WIB
Prank Driver Ojol Bandung
Aksi prank driver ojol di Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

1. Kasus Ratna Sarumpaet

Masih ingat dengan kasus Ratna Sarumpaet ? Ya, Ratna mengaku dianiaya di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung pada 21 September 2018.

Aktivis Ratna Sarumpaet akhirnya mengaku merekayasa kabar penganiayaan dirinya di Bandung. Berdasarkan klarifikasinya, Ratna berharap kegaduhan segera mereda.

"Saya mohon apa pun yang saya sampaikan hari ini, sesuatu yang membuat kegaduhan dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua bisa saling memaafkan," ujar Ratna dalam jumpa pers di kediamannya, Jl Kampung Melayu Kecil V/24, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018).

Ratna mengakui dirinya ke rumah sakit pada 21 September 2018 untuk bertemu dengan dokter bedah plastik. Ia meminta diambil tindakan menyedot lemak di tubuhnya.

Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta sesaat sebelum terbang ke Chile pada Kamis, 4 Oktober 2018. Ratna ditarik oleh petugas Imigrasi dan polisi saat dia sudah berada di dalam pesawat. Pesawat Ratna boarding pada pukul 20.00 WIB.

"Saya sudah duduk di pesawat, saya dikeluarin oleh Imigrasi, katanya mau dibicarakan dulu. Kemudian ada polisi datang. Mereka bilang, oleh atasan, (saya) tidak diperkenankan meninggalkan Indonesia," kata Ratna, Kamis (4/10).

Ratna Sarumpaet kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya dan diperiksa selama 1,5 jam. Ratna kini telah ditetapkan sebagai tersangka hoaks dan terancam pidana penjara maksimal 10 tahun. Ia pun ditetapkan sebagai terpidana di PN Jakarta Selatan dengan vonis 2 tahun penjara.

Namun pada 26 Desember 2019, Ratna Sarumpaet secara resmi bebas bersyarat dan keluar dari Lapas Perempuan Kelas II-A Pondok Bambu.

2. Driver Ojol Pura-pura Ditusuk

FAW (18) berpura-pura mengalami penusukan di kawasan Dago Resort, Kabupaten Bandung, yang diduga prank, pada Januari 2020. Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan, mengatakan anggotanya mendapatkan kejanggalan ketika menangani kasus tersebut.

"Kami cari saksi, tapi tidak ada yang melihat. Kamu cari CCTV di situ ada dua tapi dalam keadaan rusak. Dalam hal ini kita berbicara dengan ahli, ahli itu kan dokter begitu melihat lukanya itu logikanya tidak masuk, kalau ke jaket tembus ke apa ke kulit tidak tembus, itu kan sebetulnya lebih mudah tembus kulit kalau udah tembus jaket," ucapnya.

Hendra menambahkan, dari TKP hingga rumah sakit, pisau yang menancap di jaket FAW terus dipegang dan yang mencabut pisau itu dokter. "Yang nyabut dokter, coba bayangkan dari TKP ke dokter dia pegang terus, pas dibuka enggak ada darahnya, tidak ada bekas darah," katanya.

Kasus penusukan itu diduga prank. FAW mencoba membuat sandiwara kepada pacarnya. "Intinya kalau memang ada perselisihan dengan teman, saudara dan siapapun jangan membuat dan mendramatisir suatu keadaan," tutur Hendra.

Hendra mengimbau kepada semua pihak agar tidak melakukan sandiwara atau prank yang bisa meresahkan masyarakat. Hal itu tentu tidak baik karena mengganggu kenyamanan orang lain.

"Bagi dia mungkin enggak apa-apa, tapi bagi masyarakat lain bagaimana. Membuat perasaan tidak nyaman bagi ojol lain, masyarakat situ juga jadi curiga, enggak usah buat drama, intinya begitu," jelasnya.

3. Prank Bansos Sampah Ferdian Paleka

Kasus prank sembako sampah yang dilakukan YouTuber Ferdian Paleka selesai. Ferdian kini sudah bebas dari bui.

Ferdian bebas dengan dijemput oleh tim kuasa hukum dan keluarga di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (4/6/2020). Selain Ferdian, dua temannya, Tubagus Fahddinar dan Aidil, juga bebas.

Ferdian keluar dari gedung Satreskrim Polrestabes Bandung menggunakan jaket tipis, topi, dan masker berwarna putih. Dia lalu mengendarai mobil berwarna hitam yang sebelumnya disita polisi karena jadi alat bukti aksi prank yang dilakukannya.

AKBP Galih Indragiri, yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, membenarkan bebasnya Ferdian. Menurutnya, Ferdian bebas lantaran pelapor, yaitu waria yang jadi korban prank, mencabut laporan.

Seperti diketahui, YouTuber Ferdian Paleka bikin heboh. Ia membuat konten prank berupa video saat membagikan dus berisi sampah ke waria dan bocah di Kota Bandung.

Ulah Ferdian diunggah ke channel YouTube-nya dengan judul 'PRANK KASIH MAKANAN KE BANCI CBL'. Dalam video itu, Ferdian beraksi bersama dua temannya menggunakan mobil.

Aksi Ferdian itu banjir kecaman. Korban prank lelaki tersebut melaporkan insiden 'makanan' sampah ke Polrestabes Bandung. Tak lama setelah korban melapor, salah satu teman Ferdian yang ada dalam video itu menyerahkan diri ke Mapolrestabes Bandung.

Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menyebut motif prank itu adalah menambah subscriber channel YouTube Ferdian Paleka.

Beberapa hari kemudian, tim gabungan dari tim khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar dan Resmob Polrestabes Bandung berhasil menangkap Ferdian dan Aidil. Mereka ditangkap di jalan tol Jakarta-Merak, Tangerang, Banten.


(yum/bbn)