Hari Santri

Jejak Penghuni Pesantren Lapas Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 08:54 WIB
Napi di Ponpes Lapas Cianjur
Aktivitas warga binaan di Ponpes Lapas Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)

Wakil Ketua MUI Cianjur Ahmad Yani mengatakan awalnya tidak mudah mencari tenaga pengajar untuk Ponpes Lapas Cianjur. Bahkan, saat mengajar pun penuh tantangan, mengingat yang dibina merupakan narapidana.

"Memang penuh tantangan. Beda jauh antara mengajar masyarakat umum di pondok biasa dengan di lapas. Tapi seiring perjalanan waktu, sudah ada metode khusus dan kini berjalan lancar," kata dia.

Puluhan tenaga pengajar pun dengan sukarela mengajar, meskipun insentif tidak besar. "Bahkan semuanya sudah setuju, kalaupun tidak dibayar akan tetap mengajar. Karena mereka mengajar karena Allah, mengajak para warga binaan untuk jadi pribadi yang baik dan mendalami ilmu agama," ucap Ahmad.

Tedi Ramdhani (29), narapidana Lapas Cianjur, mengaku terkejut saat pertama kali menjalani masa tahanannya di Lapas Cianjur. Pemikirannya Lapas akan seperti di film-film pun berbeda jauh dengan kondisi nyata di Lapas Cianjur.

"Saya kira lapas itu menyeramkan, tapi begitu masuk kok seperti bukan di Lapas, lebih seperti pondok pesantren," ucap Tedi.

Napi di Ponpes Lapas CianjurAktivitas warga binaan di Ponpes Lapas Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)

Pemuda berusia 29 tahun yang sudah lebih tiga tahun menjalani masa hukumannya, kini semakin aktif kegiatan di Ponpes Lapas Cianjur. Rencananya setelah bebas atau lima bulan bukan mendatang, ia akan meneruskan pendidikan ke pesantren di luar Lapas Cianjur. Dia mengejar cita-citanya menjadi guru ngaji.

"Sekarang mah ingin jadi guru ngaji. Tapi ingin memperdalam ilmu lagi setelah keluar dari lapas. Rencananya lanjut ke pesantren lain," ujar Tedi.


(bbn/bbn)