Hari Santri

Mengenal Padepokan Anti Galau Milik Ustaz Penumpas Dukun Santet

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 14:11 WIB
Ustaz Ujang Busthomi dan Padepokan Anti Galau
Padepokan Anti Galau di Cirebon. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Ustaz Ujang Busthomi, YouTuber kondang asal Kabupaten Cirebon, sering blusukan ke tempat-tempat 'hitam' atau praktik para dukun santet. Dia selama ini dikenal sebagai penumpas dukun santet. Cara berdakwah Ujang memang beda.

Dia memiliki pondok pesantren bernama Padepokan Anti Galau yang didirikannya pada 2013. Di padepokan ini, Kang Ujang, sapaan akrabnya, beraktivitas sebagai seorang praktisi. Setiap harinya ratusan pasien datang untuk berobat atau terapi.

Kang Ujang memang dikenal sebagai salah seorang tokoh agama yang mengamalkan ilmu hikmah. Kang Ujang menimba ilmu di berbagai pesantren, seperti di Cirebon, Kediri, Brebes dan daerah Jawa Tengah lainnya. Ia mempelajari agama dan mendalami ilmu hikmah.

Seperti peribahasa buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Orang tua Kang Ujang sejatinya seorang praktisi. "Orang tua wafat tahun 2004. Kemudian saya teruskan. Hingga akhirnya 2013 saya mendirikan Padepokan Anti Galau," kata Kang Ujang saat berbincang dengan detikcom di padepokannya, Jumat (22/10/2021).

Ustaz pemilik 6,08 juta pengikut di YouTube itu sebelumnya sempat menjadi praktisi di program 'Dua Dunia' yang ditayangkan Trans 7. Dakwahnya kini dilanjutkan melalui kanal YouTube Kang Ujang Busthomi Cirebon. Selain sibuk berdakwah ke tempat dukun santet dan lainnya, Kang Ujang juga tetap mengajari santri-santrinya.

Ustaz Ujang Busthomi dan Padepokan Anti GalauUstaz Ujang Busthomi (baju loreng biru) pemilik Padepokan Anti Galau. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)

Setelah ketenarannya melejit melalui YouTube, Padepokan Anti Galau kedatangan santri dari berbagai daerah. Awalnya, Kang Ujang hanya mengajar satu hingga empat santri.

"Sekarang sekitar 120 santri. Ada yang dari Banten, Tangerang, Lampung, Palembang, Jawa Timur dan lainnya," kata Kang Ujang.

Kang Ujang menggratiskan biaya pendidikan bagi santrinya. Padepokan Anti Galau menanggung biaya konsumsi santrinya. Kang Ujang menerapkan aturan ketat bagi santri. Tak ada toleransi bagi santri yang melanggar aturan-aturan di pondok pesantren Padepokan Anti Galau.

"Semuanya free (gratis). Tapi kami di sini tegas. Ketika ada kesalahan yang disengaja, maka sanksinya bisa dikeluarkan dari padepokan," kata Kang Ujang.