Orang Pinggiran

Menilik Penghuni 'Istana Sisi Rel' di Cimahi

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 21:35 WIB
Penghuni Pinggir Rel di Cimahi
Keseharian aktivitas warga yang rumahnya berdekatan dengan rel kereta di Cimahi, (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Cimahi -

Hidup di pinggiran rel kereta api di Kota Cimahi menjadi pilihan banyak warga sejak lama. Meskipun tak ada catatan pasti kapan orang-orang mulai mendirikan hunian di sepanjang perlintasan kereta yang dibangun sejak zaman Belanda itu.

Hingga tahun 2021 tak ada lagi ruang kosong di sepanjang rel kereta api Kota Cimahi, mulai dari Cimindi yang memanjang terus ke arah barat hingga ke daerah Padasuka sebagai batas Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Pemandangan aktivitas masyarakat yang memilih tinggal di zona bahaya itu sebetulnya tak jauh berbeda dengan yang memiliki hunian di kompleks mewah, maupun perkampungan biasa namun di daerah yang boleh dibilang jauh lebih normal dan aman ketimbang pinggiran rel.

Misalnya menjemur pakaian bahkan kasur dan bantal pun dilakukan warga yang tinggal di pinggiran rel. Bedanya mereka memilih menjemur benda-benda itu di halaman rumah yang berbatasan langsung dengan rel. Pastinya angin yang berhembus dari laju kereta yang melintas bakal menyapu jemuran hingga beterbangan.

Segelintir mereka yang tinggal di pinggiran rel ini asyik nongkrong di atas bantalan rel sambil mencicip jajanan. Ada juga yang bercengkerama di teras depan rumah yang jaraknya sangat dekat dengan rel.

Pemandangan seperti itu bisa dilihat di sepanjang kampung pinggir di kawasan Cigugur Tengah. Sebagian warga Kota Cimahi punya julukan khusus untuk wilayah itu, yakni 'Istana Sisi Rel'.

Para penghuni pinggir rel ini berdamai dengan lingkungan tempat tinggal yang membahayakan nyawa. Sebab, jika ceroboh saat menyeberangi rel atau duduk di pinggir rel ketika kereta hendak melintas, bukan tak mungkin bakal jatuh korban.