Badan Geologi: 73 Persen Bencana Longsor Terjadi di Pulau Jawa

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 20 Jan 2021 19:18 WIB
Longsor melanda Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang pada Sabtu (9/1) lalu. Kejadian itu mengakibatkan 14 rumah rusak tertimbun material longsor.
Longsor di Cimanggung Sumedang (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

73 persen sebaran longsor di Indonesia terjadi di Pulau Jawa sepanjang 2020. Badan Geologi mencatat, gerakan tanah dari Januari - Desember 2020 terjadi sebanyak 2.099, yang mengakibatkan 304 orang meninggal dunia, 7.226 orang mengungsi dan 6.310 rumah rusak.

Terdapat enam lokasi yang paling parah atau terdampak paling banyak berada di Jawa Barat yang meliputi Bogor, Garut, dan Tasikmalaya. Lalu, Jawa Tengah di Banjarnegara. Kemudian Banten di Lebak, serta Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Utara.

"Menurut laporan ada 73 persen kejadian pergerakan tanah itu di Pulau Jawa, karena memang secara morfologi, lokasi terjadinya longsor ini memiliki morfologi lereng yang terjal ditambah dengan kondisi tanah yang terbuka. Dari segi litologi juga dengan kondisi alam yang tropis sehingga terjadi pelapukan yang sangat tinggi," ujar Eko dalam diskusi virtual bersama awak media, Rabu (20/1/2021).

Sementara dari sisi geologi, di Pulau Jawa juga terbangun struktur sesar yang mendukung terjadinya gerakan tanah. Ia pun menyoroti tentang unsur non-geologi seperti vegetasi yang berada di area longsor.

"Dulunya tidak longsor karena hutan lebat, sekarang menjadi daerah terbuka dengan tanah yang lapuk dan morfologi (terjal), sehingga otomatis memicu pergerakan tanah yang tinggi," kata Eko.

Badan Geologi pun memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan penataan ruang yang lebih baik, untuk menghindari terjadinya potensi bencana dari pergerakan tanah ini.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani mengatakan penduduk di Pulau Jawa amatlah banyak yang dibarengi dengan masifnya pembangunan infrastruktur. Sehingga area yang tadinya tertutup, menjadi terbuka.

"Ada faktor penyebab dan faktor pemicu, salah satunya adalah aspek bahwa di daerah Jawa ini tanah vulkanik dengan pelapukan yang tinggi sehingga akan mudah longsor dan faktor pemicunya ialah hujan yang sangat lama, dia akan menambah beban dari bantuan di sana," tutur Kasbani.

Selanjutnya
Halaman
1 2