Round-Up

Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Telkom University di Karawang

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 07:37 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Karawang -

Keluarga Fathan Ardian Nurmiftah (19), mahasiswa Telkom University asal Karawang sempat kebingungan mencari keberadaan pemuda itu. Sudah tiga hari, mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis dan Informatika itu tidak pulang.

Tiga hari setelah kepergian Fathan dari rumahnya, ditemukan sesosok jenazah di Desa Bayur Kidul, Cilamaya Kulon. Pada Rabu pagi (13/1), dua orang warga menemukan mayat pria dengan kondisi tragis.

Mulanya, keluarga tak pernah menyangka jika mayat di Cilamaya adalah Fathan. Saat lapor polisi pada Kamis (14/1), keluarga menyangka jika Fathan diculik. Sebab ada pesan masuk dari ponsel Fathan.

"Isinya meminta uang tebusan sebesar Rp 400 juta jika ingin Fathan kembali," kata AKBP Rama Samtama Putra, Kapolres Karawang saat jumpa pers di Mapolres Karawang, Jumat (15/1/2021).

Polisi pun bergerak mencari keberadaan Fathan. Tapi ditemukan fakta jika mayat di Cilamaya adalah Fathan. Sebab ditemukan kesamaan ciri fisik antara mayat di Cilamaya dengan Fathan.

"Ada kesamaan antara korban dengan ciri-ciri pemuda korban penculikan. Dari celananya, kawat gigi, tahi lalat, gigi patah, selulit dan sebagainya," kata Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha Ageng Wicaksana.

Berikut fakta-fakta pembunuhan mahasiswa tersebut:

Dibuang di Tempat Terbuka

Setelah membunuh Fathan dengan keji, pelaku membuang jenazah pemuda itu di pinggir sawah. Mayat Fathan dilempar ke dalam selokan kecil di Jalan Jalan Kecemek-Jarong, Dusun Kecemek.

MayatFathan dibuang di area terbuka. Tepatnya di selokan kecil antara sawah dan jalan raya. Dua orang warga yang sedang lari pagi terkejut karena ada mayat di pinggir sawah.

Mayat itu diikat dengan posisi tubuh menekuk kaki, kemudian dibungkus plastik, ditutup sarung dan buntelan kasur. Warga kemudian melaporkan hal itu ke aparat desa setempat dilanjutkan ke kantor polisi.

Setelah dievakuasi, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Karawang untuk diautopsi. Hasil pemeriksaan, jenazah itu diperkirakan sudah tewas selama tiga hari.

Tak ada luka senjata tajam atau senjata api di tubuh jenazah. Penyebab kematian, dipastikan akibat benturan keras di kepala. Sebab, ditemukan luka dalam amat parah di kepala korban.

Lihat juga video 'Kusir Delman di Bandung Jadi Korban Pembunuhan Ada Luka Gorok di Leher':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4