Before-After Area Longsor Maut di Cimanggung Sumedang

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 13 Jan 2021 10:36 WIB
Tangisan pecah, kala Jaenab melihat bangunan rumah dan sekolah Raudatul Athfal (RA) miliknya rata tertimbun material longsor di Kampung Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.
Longsor di Cimanggung Sumedang. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Malam jelang pesta pernikahan yang seharusnya menjadi saat-saat bahagia, mendadak berubah menjadi tragedi di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (9/1/2021). Ketika itu longsor tiba-tiba datang ketika sejumlah orang tengah bertamu, memasak dan memasang tenda biru di Kompleks Pondok Daud.

"Lagi mempersiapkan untuk pesta nikah, ada yang masak, memotong daging, nusuk sate. Itu banyak tamu yang datang ke sana. Tenda pernikahan pun sudah disiapkan di depan rumah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas," ujar Rita saat ditemui detikcom di kediamannya, Senin (11/1). Lokasi rumah Rita hanya berjarak sekian puluh meter dari titik bencana.

Sebelum petaka itu terjadi, Rita mendengar suara seperti ledakan. Dilihatnya material longsor berupa tanah, puing bangunan dan bebatuan berserakan dari arah kompleks tersebut. "Ada suara ledakan begitu, saya takut. Semuanya rata, hanya tinggal masjid yang bertahan," katanya.

Terdengar suara rintihan dan teriakan minta tolong ketika longsor yang pertama terjadi. Sebelumnya, Rita melihat, tamu yang datang jelang kenduri tak hanya orang dewasa. Namun, juga anak-anak. "Tapi yang pasti calon pengantinnya selamat, tapi kedua orang tuanya setahu saya belum ditemukan, sekarang pengantinnya dievakuasi," kata Rita.

Pada hari terjadinya bencana, longsor terjadi dua kali. Pertama pada pukul 16.00 WIB, 8 orang dilaporkan hilang ketika itu. Longsor kembali datang pada malam harinya, nahasnya ketika itu lebih banyak orang yang berkumpul di titik bencana.

Insiden ini terjadi ketika bukit yang berada di belakang Kompleks Pondok Daud amblas. Nahasnya, sebagian rumah di Perum Satria Bumintara Gemilang (SBG) Parakan Muncang yang berada di atas bukit juga ikut ambles sehingga memunculkan aliran longsor sepanjang 250 meter, dengan lebar garis longsoran kurang lebih sepanjang 50 meter.

Diduga kontur geografis yang terjal dan tanpa vegetasi yang memadai, membuat tanah tergerus oleh hujan yang turun dengan intensitas tinggi belakangan ini. Hingga Rabu (13/1/2021) pagi, total jumlah korban meninggal 17 orang, selamat 25 orang, dan dalam pencarian 23 orang sesuai laporan keluarga korban yang merasa kehilangan keluarganya.

Pencarian korban longsor Cimanggung pun melibatkan 664 personel yang terdaftar di posko SAR Sedangkan total personel di lokasi longsor sebanyak 172 personel yang dibagi ke dalam tiga sektor pencarian yakni rumah hajatan, masjid An-Nur dan lapangan voli.

Inilah lokasi longsor di Desa Cihanjuang, Cimanggung, Sumedang. Gambar diambil Google Maps pada Maret 2019 atau sebelum terjadinya longsor maut di daerah tersebut.

Simak video 'Siang-malam Petugas Cari Korban Longsor di Sumedang':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5