Jabar Hari Ini: Dua Persma Ditahan Polisi-Bioskop di Bandung Mulai Buka

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 19:43 WIB
Sembilan bioskop di Kota Bandung kembali beroperasi. Pengoperasian sejumlah bioskop itu dilakukan meski Kota Bandung tengah berstatus zona merah COVID-19.
Bioskop di Bandung mulai buka hari ini (Foto: Wisma Putra)

Kampus Unisba Rusak Usai Demo Ricuh

Insiden penembakan gas air mata saat demonstrasi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja, berujung pengaduan Universitas Islam Bandung (Unisba) kepada Polda Jabar. Aduan tersebut dilayangkan lantaran satu pos jaga dan gedung kuliah di kampus rusak.

Rektor Unisba Edi Setiadi mengatakan, kondisi mahasiswa yang terdorong untuk melakukan aksi penolakan UU Omnibus Law merupakan bentuk keprihatinan mereka terhadap bangsa. Sementara itu, para mahasiswa demonstran masuk ke area kampus Unisba untuk menghindari tembakan gas air mata. Kejadian tersebut terjadi selama dua hari berturut-turut pada 7-8 Oktober 2020 di malam hari.

"Mereka memaksa masuk ke Unisba karena menghindari tembakan gas air mata dari polisi. Masuknya mahasiswa ke area kampus di luar kendali kami karena kampus sebenarnya saran pendidikan yang tidak perlu menerapkan penjagaan baik personel maupun sarana yang sangat ketat," kata Edi dalam siaran pers yang diterima detikcom, Jumat (9/10/2020).

Lebih lanjut, meskipun sudah masuk ke area kampus, Edi mengatakan, ada anggota polisi yang menembakkan gas air mata ke dalam kampus bahkan terdengar ledakan yang mengarah ke dalam kampus Unisba hingga memecahkan kaca pos penjagaan.

Atas kejadian tersebut, Edi memohon kepada pimpinan Polri terutama Polda Jawa Barat dapat mengendalikan anggotanya. "Kami memohon pimpinan Polri dapat mengendalikan anggotanya supaya tidak bertindak berlebihan ke area kampus karena itu fasilitas perkuliahan yang bertujuan mencerdaskan bangsa," kata Edi.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya menjelaskan terkait kejadian tersebut. Dia menyebut anak buahnya tengah melakukan pembubaran peserta demo.

"Di situasi yang pada malam hari seperti itu, kalau itu dinyatakan mahasiswa kenapa larinya ke kampusnya dan itu juga kan menutup-nutup jalan dan melempar bom molotov kepada petugas sehingga kita kan ke sana mau mengejar dan membubarkan massa yang berkumpul agar massa itu tidak melakukan perusakan fasilitas umum atau fasilitas negara," ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jumat (9/10/2020).

Ulung mengatakan petugas berusaha membubarkan massa aksi lantaran sudah malam. Selain itu, petugas juga khawatir massa aksi melakukan perusakan fasilitas umum di Kota Bandung.

"Seperti kita lihat fasilitas umum banyak yang dirusak, taman dan lampu dan segala macam maka kita membubarkan massa itu dan massa itu larinya ke arah kampus itu," tutur Ulang.