Jabar Hari Ini: Kisah Ayah Curi HP Demi Anak-RK Jadi Relawan Vaksin Sinovac

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2020 19:50 WIB
Jaksa di Garut bantu ayah yang curi ponsel demi anaknya belajar online
Jaksa di Garut bantu ayah yang curi ponsel demi anaknya belajar daring (Foto: Hakim Ghani/detikcom).

Mamih Juan Anak Buah 'Big Boss' Buka Suara

Sebuah video berdurasi sembilan menit beredar di aplikasi perpesanan dan media sosial Facebook. Dalam video itu, seorang perempuan diduga ketua paket investasi berupa kurban dan elektronik milik CV Hoki Jaya Abadi tengah klarifikasi ke sejumlah konsumennya.

Di tengah klarifikasi, perempuan itu terlihat menangis sambil menjelaskan nasib yang dia alami. Informasi yang diperoleh detikcom, perempuan itu bernama Aeni alias Mamih Juan. Ia satu di antara puluhan ketua atau anak buah 'big boss' paket investasi diduga bodong, inisial HA, warga Cianjur.

Mamih Juan ini menjabat salah satu ketua di Sukabumi. "Betul (soal sosok Aeni alias Mamih Juan), kemarin usai membuat surat pernyataan sanggup membayar tempo empat bulan," kata Fi salah seorang konsumen saat ditanya soal status perempuan dalam video tersebut, Rabu (5/8/2020).

Fi membenarkan video itu dibuat pada Selasa (4/8) kemarin saat ramai konsumen investasi paket yang mendatangi rumah Mamih Juan di Cieunder, Kecamatan Sukalarang, Sukabumi. Sebagaimana dilihat detikcom, dalam klarifikasi video tersebut Mamih Juan meminta semua yang datang untuk berkepala dingin menyikapi permasalahan.

"Nanti surat pernyataan itu juga di wakilkan, jadi pake kepala dingin, perwakilannya siapa. Saya juga minta tolong Pak Wahid yang argumennya lebih enak, saya juga minta maaf ke bapak kapolsek karena tidak tahu kejadiannya akan seperti ini. Karena kalau meeting-meeting biasa enggak seperti ini keadaannya, tidak memanas," kata Mamih Juan dalam video tersebut.

Dalam pernyataan yang lain, Mamih Juan juga mengaku sebagai korban dari permasalahan itu. Saat ini ia mengaku kewalahan karena banyaknya pesan yang masuk ke ponselnya.

"Bukan tidak mau menghadapi kalian, sekali WA masuk itu 2.000, jempol saya cuma dua. Saya juga memperjuangkan kalian pergi dari tanggal 27 sampai hari ini biar dapat jawaban. Nah itu jawabannya, kalau kalian meminta pertanggungjawaban ke saya, jujur saya juga korban," tutur Mamih Juan.

Ia mengungkapkan beberapa asetnya yaitu rumah dan mobil sudah digadaikan untuk menutupi paket kurban dan pertanggungjawaban soal paket lebaran. Mamih Juan menegaskan bukan tidak mau bertanggung jawab kepada konsumen.

"Pertama juga saya tidak memasarkan, kalian sendiri yang datang. Kalau sudah tau bodong misalkan, kenapa menyalahkan saya. Kalau tahu mau seperti ini kenapa ikutan, saya juga tidak mengajak. Saya tidak mau menyalahkan siapa yang harus disalahkan, cuma minta waktu kepada saya, kepada teman-teman ketua perwakilan dari reseller itu penyelesaiannya seperti apa," tutur Mamih Juan.

Menanggapi ucapan ketuanya tersebut, Fi mengatakan apa yang terlihat berbeda ketika program investasi paket masih dijalankan oleh Mamih Juan. Fi berharap mereka yang berstatus ketua juga diselidiki aliran dananya.

"Korban yang berstatus konsumen yang saya tahu belasan ribu. Jangan ketua juga tiba mengatakan jadi korban dari permasalahan sekarang," ucap Fi.

Halaman

(yum/mso)